Pemerintah bangun dua embung untuk memenuhi kebutuhan air baku domestik dan industri Kota Tarakan


Jakarta, BuletinInfo.com –  Hingga saat ini, upaya Pemerintahan Jokowi-JK untuk pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia agar teratasinya ketimpangan sosial dan ekonomi terus dilakukan.

Komitmen Pemerintah bahwa pembangunan dilakukan bukan lagi berwujud Jawa-sentris tapi Indonesia-sentris, dimana fokus pemerintah adalah membangun mulai dari daerah terpinggirkan, terluar dan terdepan.

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah berupaya menyediakan embung-embung dan waduk untuk menampung air hujan sebagai sumber penyediaan air baku dan mengantisipasi kekeringan pada saat musim kemarau di berbagai wilayah, antara lain di Kota Tarakan, Kalimantan Utara.
Di Tarakan, Kementerian PUPR tengah membangun dua embung baru yakni Embung Rawasari dan Embung Indulung beserta jaringan pipa air baku Indulung sepanjang 11 km, yang keduanya ditargetkan selesai pada 2018.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, mengatakan dari sekitar 200 ribu jiwa penduduk Kota Tarakan, yang tercukupi kebutuhan air bakunya baru sekitar 50%. Padahal kota Tarakan memiliki luas sekitar 250 km2 dan memiliki sungai besar.
“Kebutuhan air baku di Kota Tarakan sekitar 900 liter/detik dan sejauh ini baru tercukupi 400 liter/detik, dari embung-embung yang sudah ada. Kebutuhan airnya tidak bisa mengandalkan air tanah karena terpengaruh air laut sehingga menjadi payau,” ujar Basuki dalam siaran tertulisnya, Minggu (1/10).
Menurut Basuki, untuk menambah pasokan kebutuhan air baku di Kota Tarakan sebesar 250 liter/detik, embung menjadi solusi terbaik untuk memasok kebutuhan air baku di Tarakan. Sebab, di sepanjang tahun curah hujan di Tarakan terbilang cukup tinggi.
Pembangunan Embung Rawasari yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian PUPR yang dilakukan sejak tahun 2016 ini, sudah memasuki tahap dua. Adapun total biaya pembangunannya mencapai Rp 54 miliar dan ditargetkan bisa selesai sesuai rencana pada 2018.
“Pengerjaan Embung Rawasari berkapasitas 100 liter/detik dan memiliki daya tampung sebesar 112 ribu m3 dikerjakan selama tiga tahap, sejak tahun 2016. Saat ini sudah masuk tahap kedua dan targetnya akan selesai akhir 2018,” jelasnya.
Embung Rawasari ini dibangun di Kelurahan Karang Harapan dengan memiliki luas area genangan seluas 3,22 hektar. 
Tahun ini juga sedang dibangun Embung Indulung serta jaringan pipa air baku, 2 unit pompa, genset, pos jaga dan bangunan pelengkap lainnya. Pipa berdiameter 60 cm akan dipasang sepanjang 11 km dari Sungai Indulung, kemudian ditampung di Embung dan disalurkan dengan bantuan 2 unit pompa berkapasitas 150 liter/detik.
Embung ini akan melayani air baku di 3 kelurahan yaitu Kelurahan Kampung Satu Kecamatan Tarakan Tengah, Kelurahan Pantai Amal dan Kelurahan Kampung Enam di Kecamatan Tarakan Timur.
Adapun total biaya pembangunan embung, intake dan jaringan pipa Indulung mencapai Rp 168 miliar. Embung dengan luas genangan sebesar 2,62 hektar ini memiliki tampungan efektif mencapai 123 ribu m3.
“Progresnya untuk tahun ini sekitar 70 persen. Pembangunan kedua embung tersebut untuk mengoptimalkan potensi air yang ada di Kota Tarakan sehingga cakupan pelayanan meningkat hingga 70-75%, utamanya untuk memenuhi kebutuhan air baku domestik dan industri,” ungkap Basuki.(3.10) –RN
Previous Irjen Pol Agung Budi Maryoto: Belasan Senpi Ilegal di Sukabumi dan Cianjur Tidak Terkait Teroris
Next Pemerintah Rampungkan Pembangunan 106 Unit Rumah Untuk Masyarakat Jayawijaya