Pemerintah Berupaya Mengatasi Masalah Pengusaha Telur dan Peternak Ayam Petelur


 

Jakarta, BuletinInfo – Kementerian-kementerian terkait terus membenahi permasalahan perunggasan di Indonesia.

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita bertempat di kantor Kementerian Perdagangan melaksanakan rapat koordinasi dengan Intergrator dan Gabungan Pengusaha Pakan Ternak pada 30/3 lalu bersama Ketua Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU), M. Syarkawi Rauf. Turut hadir Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Oke Nurwan, Dirjen Perdagangan dalam Negeri, Tjahya Widayanti, Dirjen Perlindungan Konsumen dan tertib Niaga, Syahrul Mamma serta Dirjen Peternakan dan kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 3035/Kpts/PK010/F/03/2017 tentang Pengurangan DOC FS Broiler, DOC FS Jantan Layer dan FS Ayam Layer. Terutama terkait adanya penurunan harga ayam hidup (broiler dan jantan layer) serta telur di bawah harga pokok produksi.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) I Ketut Diarmita mengatakan, ini merupakan kebijakan pemerintah di bagian hulu untuk menata bisnis perunggasan di Indonesia, dengan tujuan melakukan supply management (manajemen pasokan). Pemerintah bersama-sama dengan Tim Analisis dan Tim Asistensi mengatur kembali pasokan bibit agar sesuai dengan naik turunnya permintaan, sehingga tidak terjadi over supply.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman merespons keluhan peternak ayam di Kabupaten Blitar terkait rendahnya harga jual telur di pasaran. Rendahnya harga jual telur di kisaran Rp 14.200 per kilogram membuat peternak ayam di Kabupaten Blitar mengalami kerugian.

“Kami akan minta Dirjen turun untuk sinergi dengan Perdagangan, ini persoalan suplai. Memang inilah sulitnya, harga naik konsumen ribut, harga turun produsennya. Kami harus tetap menjaga keseimbangan,” tutur Amran usai mengisi Kuliah Umum di Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Kamis (30/3) siang.

Sementara itu terkait naiknya harga jagung sebagai pakan ternak di kisaran Rp 4.400 per kilogram yang juga dikeluhkan petani, Amran mengatakan Kementan telah mengintruksikan bulog untuk mengeluarkan stok jagung dengan harga murah bari petani.

Sementara, Kementerian Peternakan akan segera menyiapkan aturan soal penyediaan dan peredaran ayam petelur.

Direktur PT. Charoen Pokphand Indonesia (CPI), Jemmy Wijaya selaku produsen pakan ternak pada beberapa waktu yang lalu mengatakan bahwa mereka mendapat arahan dari pemerintah untuk membantu meringankan persoalan peternak telur, dimana perusahaan akan membeli 20 ton telur dari peternak Blitar dengan harga yang lebih mahal dari yang dipasarkan. Selain itu perusahaan juga berjanji pada tahun 2017 ini tak akan menambah budi daya ayam petelur. (1/04) –RN

Previous Amran Sulaiman: rendahnya harga telur dipasaran karena suplai, pemerintah siap bantu atasi masalah
Next Akal bulus Anies menungganggi aksi 313 ketahuan juga