Pemerintah Indonesia kini mengelola jasa pemanduan kapal yang berlayar di Selat Malaka


Jakarta, Buletin Info – Pemerintah Indonesia kini mengelola jasa pemanduan kapal yang berlayar di Selat Malaka.

Peresmian pelayanan jasa pemanduan Selat Malaka-Selat Singapura, dilakukan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, Senin (10/4/2017). Diakui, pelayanan ini dibuka setelah Indonesia mendapatkan hak pengelolaan pemanduan kapal di kawasan Selat Malaka. Di mana, selama ini Indonesia belum pernah mengelola jasa pandu di selat itu,

Selat Malaka adalah perbatasan laut (sea borderlines) Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Selat ini merupakan salah satu jalur pelayaran penting di dunia, dan satu dari sembilan selat dan terusan strategis di dunia.

Setengah dari minyak dunia diangkut melalui selat ini dengan jumlah sekitar 11 juta barel minyak perhari, utamanya dari Timur Tengah ke Jepang, Cina dan Korsel. Selat Malaka merupakan lintasan terdekat dari Lautan Hindia menuju Lautan Pasifik dan sebaliknya, sehingga telah menjadi urat nadi perekonomian dunia.

Menurut Menhub, rencana pemanduan di wilayah ini sudah sejak 7 tahun dibahas, namun baru tahun 2017 ini dapat direalisasikan. Selain untuk meningkatkan keselamatan pelayaran, Menhub menambahkan bahwa pemanduan ini juga bertujuan untuk ikut menjaga kedaulatan wilayah Indonesia.

“Kita akan jaga dan manfaatkan setiap jengkal wilayah territorial Indonesia agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Masih banyak wilayah perairan Indonesia yang dulunya dibiarkan begitu saja, sekarang akan kita gunakan untuk kepentingan bangsa. Salah satunya adalah Selat Malaka ini, yang sudah lama dibahas, namun baru sekarang terlaksana,” tegas Menhub.

Menurut data yang ada, sekitar 60 ribu sampai dengan 80 ribu kapal/tahun dari berbagai negara baik kapal kargo maupun kapal tanker berlayar melintasi selat sepanjang 550 mil ini. Untuk menghindari kondisi rawan kecelakaan di laut, maka sesuai Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Nomer. HK.103/2/4/DJPL-17 tentang Sistem dan Prosedur Pelayanan Jasa Pemanduan dan Penundaan Kapal pada Perairan Pandu Luar Biasa di Selat Malaka dan Selat Singapura, pemerintah Indonesia akan melakukan pemanduan terhadap kapal yang melintas selat tersebut. Pemanduan akan dilaksanakan dari titik di Iyu Kecil ke Nongsa dengan jarak kurang lebih 48 Nautical Miles.

Selanjutnya, Kemenhub telah menunjuk PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I sebagai operator yang akan melakukan pemanduan kapal asing dan domestik di Selat Malaka sesuai Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor. BX.428/PP 304 tanggal 25 November 2016 tentang Pemberian Izin Kepada PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) untuk melaksanakan Pelayanan Jasa Pemanduan dan Penundaan Kapal pada Perairan Pandu Luar Biasa di Selat Malaka dan Selat Singapura.

Pelaksanaan pemanduan ini akan menunjang perkembangan perekonomian secara nasional, karena ada pendapatan yang masuk ke BUMN dan kas negara melalui PNBP. –RN

 

 

Previous Tangkap 3 Teroris di Jawa Timur sebelum Lakukan Aksi Teror menjadi keberhasilan Densus 88
Next Menkopolhukam: Indonesia perketat pencari suaka sebagai tindakan preventif dari penyusupan kelompok teroris