Pemerintah Jamin Harga dan Pasokan Bahan Pokok Selama Ramadhan dan Idul Fitry Aman


Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian Menjamin Stok Bahan Pokok Selama Bulan Suci Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitry Terjangkau dan Terkendali

Jakarta, BuletinInfo – Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Enggartiasto Lukita menyatakan, selama bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, stok kebutuhan pokok di seluruh provinsi di Indonesia, aman.

“Stok pangan kita aman dan sudah dicek ke seluruh propinsi di Indonesia. 70 persen, stok aman selama Ramadhan dan Idul Fitri,” kata Enggartiasto Lukita, usai pelantikan Pengurus Persatuan Pedagang Pasar Tradisional (P3TSU) Periode 2017-2022 dan HUT P3TSU ke-7 di Universitas Sari Mutiara Indonesia, Medan, Selasa (2/5/2017).

Selain stok dalam kondisi aman, Mendag juga menyatakan kondisi harga bahan pangan pun terkendali. “Kondisi stoknya dan kondisi harganya cukup terkendali. Jadi beberapa bahan pokok itu seperti beras, gula, daging, telur, ayam, minyak gorreng itu semua aman,” paparnya.

Mendag juga mengingatkan, para spekulan agar tidak macam-macam kali ini. Tidak boleh ada lagi permainan yang dilakukan oleh spekulan. Selain itu, pihak Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga akan terus melakukan pengawasan harga.

Enggartiasto juga menyebut ketersediaan pasokan bahan pangan saat ini, seperti minyak goreng yang mencapai 1,5 juta liter. Selain itu, stok gula yang mencapai 460 ribu ton, beras sebesar 2,1 juta ton, daging yang ada di Bulog mencapai 40 ribu ton dan akan bertambah 51 ribu ton yang masih dalam perjalanan nantinya.

Mendag pun menegaskan pihaknya akan  mengambil langkah hukum jika ada dugaan penimbunan dan spekulasi yang dilakukan oleh  pengusaha. “Stok gula aman karena kami telah bersurat ke Menteri BUMN agar Bulog masuk ke pasar  tradisional. Apalagi, sebentar lagi kita memasuki musim giling tebu,” kata Enggar.

Sementara itu, selain menerapkan HET, pemerintah, terutama Kementan, juga membantu pengendalian harga pangan dengan membangun Toko Tani Indonesia (TTI). Sejauh ini, sudah 1.531 unit TTI yang dibangun sejak 2016 di 32 provinsi. Untuk tahun 2017, Kementan menargetkan 1.000 TTI baru dan difokuskan untuk wilayah Jabodetabek. “TTI akan kita maksimalkan pemanfaatannya, sehingga mampu menjaga kondisi harga pangan menjadi stabil,” kata Mentan Amran

Untuk daging sapi, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, I Ketut Diarmita mengatakan, pihaknya sudah meminta importir daging mulai merealisasikan izin impor yang diberikan pada bulan Mei dan Juni 2017. Sedangkan feedloter (penggemukan) diminta melakukan pemotongan stok sapinya pada bulan yang sama, sehingga pada saat bersamaan pasok daging sapi ke pasar lebih banyak. “Dengan demikian, harga daging sapi kita harapkan tidak mengalami kenaikkan yang berarti,” kata Ketut

 

 

Previous Sri Mulyani Bongkar Penyelundupan Teksitil
Next Polri bersinergi dengan Pemerintah bentuk Satgas Pangan