Pemerintah Kejar Pembangunan 21 Infrastruktur Untuk Pemerataan Pembangunan


KUTA— Sebanyak 21 proyek investasi infrastruktur senilai Rp119,58 triliun tengah dipersiapkan pemerintah melalui skema pembiayaan kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan dalam lima tahun pemerintahan 2015-2019, pembangunan infrastruktur menjadi perhatian utama pemerintah.

Hal itu dikarenakan, pembangunan infrastruktur Indonesia masih tertinggal dengan sejumlah negara ASEAN.

“Padahal kalau dalam yang kita lihat dalam survei-survei mengenai daya saing, infrastruktur akan muncul menjadi poin penting,” katanya dalam seminar di acara Underwriting Network 2017 di Kuta, Bali, Jumat (10/3/2017).

Bambang menjelaskan bahwa ada dua skema yang sangat berpotensi untuk membiayai pembangunan infrastruktur jangka panjang. Dua skema tersebut adalah Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dan pembiayaan investasi non anggaran pemerintah (PINA) solusi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur.

Lebih lanjut, terdapat sekitar 21 proyek dengan nilai investasi Rp 119,58 kategori KPBU yang ditawarkan pemerintah tahun ini, diantaranya PLTU Jateng 2×1000 MW dengan nilai investasi Rp 54 triliun, lalu SPAM Umbulan Rp 2,1 trilin (pengembalian investai melalui tarif dan viability gap fund), proyek Pala Ring Rp 7,76 triliun dengan pengembalian available payment.

Sedangkan beberapa proyek KPBU dengan dukungan sebagian kontsruksi yang dikerjakan pemerintah yaitu sejumlah ruas jalan tol yakni: Jalan Tol Solo – Kertosono Rp 7,7 triliun, lalu Jalan Tol Cisumdawu Rp 14 triliun, Balikpapan – Samarinda Rp 14,9 triliun dan Manado – Bitung Rp 8,7 triliun.

Sementara proyek kategori PINA yang 100% dibiayai pihak swasta pemerintah menawarkan proyek pengembangan jalan tol Jabotabek, Jalan Tol Cikampek, pelabuhan dan bandara udara besar di Tanah Air. “Untuk PINA intinya skema equity financing dalam tiga ketegori proyek yaitu greefield, brownfiled maupun proyek yang sudah beroperasi,” papar Bambang.

Ke-21 proyek tersebut adalah proyek pelabuhan sebanyak 5 proyek, jalan tol 5 proyek, transportasi berbasis rel 2 proyek, pengolahan air minum 2 proyek, pengolahan air 1 proyek, dan proyek telekomunikasi 1 proyek.

“Kemudian ada fasilitas olahraga, rumah sakit pendidikan, penerangan jalan raya, lapas industri, tempat pembuangan air, masing-masing 1 proyek,” tambahnya.

Salah satu wilayah yang sedang digenjot pembangunan infrastrukturnya adalah Kalimantan Timur (Kaltim).

Pembangunan infrastruktur tersebut, menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi) diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Indonesia dan Kaltim.

“Lapangan usaha pertambangan di Kaltim memang tumbuh positif, namun belum cukup mengangkat pertumbuhan ekonomi,” kata Jokowi saat rapat terbatas mengenai evaluasi pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas di Provinsi Kalimantan Timur, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (9/3).

Untuk Kaltim sendiri, beberapa proyek infrastruktur yang sedang dibangun adalah Tol Balikpapan-Samarinda, Kereta Kalimantan Timur,  jalan Trans Kalimantan, serta pengembangan bandara. Kemudian proyek Kilang minyak di Bontang dan peningkatan kapasitas (upgrade) kilang PT. Pertamina (Persero).

Pembangunan infrastruktur dibanyak daerah di Indonesia merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meratakan pembangunan di seluruh Indonesia. Karena selama ini, banyak wilayah-wilayah Indonesia yang masih tertinggal dalam hal pembangunan dan bahkan tidak tersentuh sama sekali.

Previous Islam Itu Damai Dan Toleran, Bukan Kebencian Dan Pecah-Belah
Next Pemerintah telah siapkan 21 Proyek Infrastruktur untuk Investor