Pemerintah Rampungkan Pembangunan 106 Unit Rumah Untuk Masyarakat Jayawijaya


Wamena, BuletinInfo – Sebagai wujud kepedulian Presiden Joko Widodo terhadap kesehatan dan kesejahteraan hidup masyarakat Papua sebagai bagian dari integrasi NKRI, Pemerintah akan segera merampungkan pembangunan 106 unit rumah layak huni bagi warga kurang mampu yang tersebar di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, pada tahun anggaran 2017.

Ini merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Papua melalui sektor papan sebagai komitmen Pemerintah untuk menciptakan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah bahkan hingga ke wilayah terpencil, terluar dan terdepan.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Jayawijaya, Kondar Siregar di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Senin (2/10) mengatakan bahwa pembangunan 106 rumah tersebut mengunakan sumber dana yang berasal dari APBN, APBD provinsi dan APBD kabupaten.

Dari jumlah keseluruhan itu, 30 unit rumah yang tersebar di tujuh distrik dibangun dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jayawijaya.

“APBD tahun 2017 yang bersumber dari dana Otsus, kita menyiapkan 30 rumah sehat. Pembangunannya tersebar di Distrik Walesi 10 unit, Astotipo 3 unit, Maima 4 unit, Pabukoba 3 unit, Distrik Wamena 4 unit, Tagineri 3 unit dan Distrik Koragi 3 unit,” katanya.

Beberapa rumah yang dibangun di kawasan pusat ibu kota berbentuk semi permanen, sementara yang berada di luar ibu kota berbahan dasar papan.

Dana untuk pembangunan satu rumah unit itu berkisar Rp350 juta

Sementara rumah yang dibangun dengan APBD Provinsi Papua adalah rumah type 43+ sebanyak tiga unit dan tersebar di Distrik Wamena Kota.

Rumah sehat ini berbasis budaya lokal dan disesuaikan dengan kondisi tinggal serta adat budaya masyarakat setempat, jadi dibangun mirip rumah adat (honai).

Khusus untuk rumah yang merupakan bantuan dari APBN sebanyak 73 unit, menurut Kondar, tersebar di Distrik Palebaga sebanyak 23 unit dan di Distrik Hubikiak sebanyak 50 unit.

“Yang di Palebaga itu pengerjaanya sudah 70 persen, sementara yang di Hubikiak baru 20 persen,” ungkap Kondar .

Previous Pemerintah bangun dua embung untuk memenuhi kebutuhan air baku domestik dan industri Kota Tarakan
Next Seram Kini Telah Menjadi Bagian Dari Program BBM Satu Harga