Pemerintah: Rasio Utang Negara Masih Dalam Batasan Aman


Jakarta, BuletinInfo – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, utang pemerintah selama September 2017 mencapai Rp3.866,45 triliun, terdiri dari SUN sebesar Rp2.591,55 triliun (67,0%), SBSN sebesar Rp536,91 Triliun (13,9%), dan pinjaman sebesar Rp737,99 triliun (19,1%).

Dalam beberapa kesempatan, Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan penjelasan bahwa pinjaman tersebut bersifat aman karena digunakan secara produktif untuk pembangunan infrastruktur. Namun, meski aman, pemerintah tetap mengelola utang tersebut dengan hati-hati, profesional, dan bijaksana.

Sri Mulyani mengatakan, pada 1998 Indonesia dihantam krisis ekonomi. Kemudian pada 2008 dan 2014 ekonomi global melemah. Indonesia butuh waktu 20 tahun untuk menangani dampak dari krisis tersebut.

Utang Indonesia masih berada dalam batasan yang aman dan tidak melebihi plafon yang seharusnya dengan rasio masih 27 persen dari PBD, dimana utang tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur yang bersifat produktif sehingga nantinya justru akan memberikan keuntungan bagi Indonesia, tidak digunakan untuk kegiatan konsumtif seperti memberikan subsidi yang langsung habis pakai.

Jika dibandingkan dengan negara lain yang memiliki utang negara yang jauh lebih besar sehingga apabila disejajarkan, maka Indonesia memiliki utang dengan rasio paling kecil.

Sri Mulyani mengatakan bahwa tiga lembaga pemeringkat kredit internasional menggolongkan Indonesia sebagai negara layak investasi yang berarti Indonesia dianggap mempunyai kemampuan bayar yang tinggi dan risiko gagal bayar yang rendah.

Perlu dipahami bahwa Indonesia berupaya untuk mengejar ketertinggalan pembangunannya, dan pemerintah melakukan hal tersebut sesuai dengan prosedur, ketentuan dan berdasarkan kajian ekonomi sehingga perekonomian bangsa tetap sehat dan stabil.

Adanya isu negatif terkait utang Negara saat ini sangat rentan dimanfaatkan pihak tertentu untuk mengguncang Pemerintah saat ini, sehingga dihimbau agar masyarakat jangan mudah terprovokasi.

Previous Era Jokowi : Pemerintah Ambil Alih Blok Mahakam
Next Hasto: Jokowi sangat merakyat dalam 3 tahun pemerintahannya