Penanganan Kasus Korupsi Amien Rais Diharapkan Tidak Pandang Bulu


Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiwa Muhammadiyah (IMM) Taufan Putra Revolusi tidak terima nama Amien Rais terseret dalam kasus korupsi dana kesehatan yang melibatkan mantan Menteri Kesehatan Fadhila Supari.

Bahkan mereka akan berniat menggalang masa untuk menentang kasus hukum tersebut, karena dinilai sebagai bentuk pembunuhan karakter terhadap bapak reformasi Amien Rais.

Hal yang berbeda justru dilakukan puluhan aktivis reformasi 1998 yang tergabung dalam organisasi Rumah Gerakan 98 yang mendatangi gedung KPK, Jakarta, Selasa (7/6), yang meminta KPK agar mengusut tuntas kasus korupsi yang melibatkan Amien Rais tersebut.

Aktivis 98 tersebut juga membawa dua buah poster bergambar mantan ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang menyatakan dukungan kepada KPK agar mengusut dugaan keterlibatan Amien Rais dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan dengan terdakwa mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari.

Ketua Umum Rumah Gerakan 98 Bernard Ali Mumbang Halolo mengatakan, kedatangan pihaknya untuk memberikan dukungan kepada KPK dan mendesak agar berani mengusut dugaan keterlibatan Amien Rais dalam kasus tersebut.

“Kami mendesak KPK untuk mendalami dan memproses Amien Rais yang menerima aliran dana yang diduga sebagai hasil korupsi proyek pengadaan alat kesehatan,” ujar Bernard usai bertemu dengan pimpinan Humas KPK di gedung KPK, Jakarta (7/6).

Selain itu, Bernard juga berharap seluruh tokoh dan elemen masyarakat bersama-sama mengawal KPK terkait adanya potensi intimidasi setelah Jaksa KPK mengungkap fakta persidangan terkait Amien Rais.

Berdasarkan fakta persidangan, jaksa KPK mengungkapkan bahwa Amien menerima enam kali pemberian uang yang jumlah totalnya sebesar Rp 600 juta.

“Saya juga menyerukan kepada masyarakat agar menjaga KPK dari intimidasi oleh sekelompok orang yang menolak tunduk pada penegakan hukum,” tegasnya.

Sebelemunya, Jaksa mengatajan sejumlah uang yang diterima sebagai keuntungan pihak swasta juga mengalir ke rekening Amien Rais.

Di dalam Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (31/5), jaksa KPK mengatakan rekening Amien Rais enam kali menerima transfer uang. Setiap kali transfer, Amien menerima Rp 100 juta.

Rekening Amien Rais tercatat pertama kali menerima pada 15 Januari 2007. Amien Rais terakhir menerima pada 2 November 2007.
Penanganan kasus hukum seharusnya tidak pandang bulu, karena itulah KPK diharapkan dapat mengungkap kasus korupsi yang menjerat Amien Rais tersebut secara tuntas.

Penanganan kasus korupsi ini, diharapkan juga dapat berjalan dengan sesuai prosedur hukum yang berlaku tanpa memandang sosok Amien Rais sendiri yang merupakan tokoh dari Muhammadiyah dan bapak reformasi.

Sehingga nantinya, hukum dapat ditegakkan dengan seadil-adilnya.

Previous ICW: Amien Rais dapat dijerat dengan pasal kasus korupsi dan harus mengembalikan dana yang di terima ke negara, tanpa menunggu putusan hakim
Next Ketum DPP IMM sepatutnya hormati proses hukum terkait kasus Amien Rais, bukannya justru memprovokasi masyarakat