Pengamat Arif Susanto: Tuduhan Ahok dan BG dalang dari penyerangan Nobel Baswedan Tidak Mendasar


Jakarta, BuletinInfo – Teror air keras yang menimpa Novel Baswedan terus mendapat perhatian dari berbagai pihak. Penyidik KPK tersebut kini dirujuk ke Singapura untuk mendapatkan perawatan setelah kornea matanya luka. Sejauh ini polisi masih menyelidiki aksi teror tersebut dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi termasuk rekaman CCTV di kediaman Novel Baswedan.
Seperti kita tahu, teror ini bukan kali pertama dialamatkan kepada cucu anggota BPUPKI, Abdurrahhman Baswedan. Sebagai penyidik KPK yang telah bergabung sejak tahun 2007, ia sangat rentan bersinggungan dengan berbagai aktor dibalik kasus besar yang sedang ditangani. KPK menjadi satu-satunya lembaga negara yang masih berusia panjang dan butuh dukungan serta penguatan dari berbagai pihak. Siraman teror sepertinya tak berhenti di air keras saat muncul pihak yang menyebarkan informasi hoax dari akun provokatif di sosial media. Diketahui, akun twitter @VivaRevolusi dengan mudahnya menyebutkan bahwa aktor yang berada dibalik siraman tersebut adalah Ahok dan BG alias Budi Gunawan, kepala BIN.
Relevansi Ahok sebagai calon gubernur DKI Jakarta tidak cukup untuk menjadikan pihaknya sebagai otak kotor dibalik teror beringasnya air keras. Begitupun dengan Budi Gunawan yang sebenarnya telah selesai berurusan dengan KPK dan saat ini tengah menjabat sebagai kepala garda depan mata telinga negara. Tuduhan yang dialamatkan ke tokoh-tokoh tersebut jika dikaji lebih lanjut, hanya isapan jempol belaka buah tendensi yang justru akan membuat pelaku berurusan dengan hukum. Masyarakat saat ini telah memiliki sikap kritis atas segala pemberitaan ataupun muatan konten negatif yang muncul dalam setiap kanal media.
Saat ini situasi negara sedang bersiap menyambut putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, fokus pemberantasan narkoba hingga pencegahan penyimpangan ideologi negara yang jelas berpengaruh terhadap stabilitas bangsa Indonesia. Lembaga-lembaga penegak hukum dan instansi pemerintah secara umum memiliki tujuan yang sama yakni menjaga keutuhan Negara Indonesia dari segala tindak kejahatan, korupsi, terorisme, dan ancaman tantangan hambatan gangguan lainnya. Mari kita dukung kinerja KPK secara menyeluruh dan mendoakan agar Novel Baswedan segara sembuh. Karena sejatinya segala teror yang dialamatkan tak menbuat lembaga anti rasuah mengendor.

Previous Kapolri instruksi seluruh polda hingga polsek diseluruh Indonesia siaga satu hadapi aksi terorisme
Next KPK: Ketua DPR Setya Novanto dicekal selama 6 bulan kedepan