Penggunaan Bom Dalam Menangkap Ikan Rusak Ekosistem Laut


Jakarta, BuletinInfo – Penggunaan bom untuk menangkap ikan masih marak di sejumlah daerah di Indonesia.

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan, Abdul Halim mengatakan, minusnya alternatif alat tangkap ikan yang ramah lingkungan menjadikan praktek penangkapan ikan merusak masih terus terjadi.

Jadi, jelasnya, pengelolaan kawasan penangkapan oleh nelayan di setiap daerah mesti didorong untuk mengedepankan mekanisme gotong-royong.

“Dimulai dari perencanaan pengelolaan sumber daya ikan hingga penegakan aturan komunal jika terjadi pelanggaran oleh anggota komunitas nelayan,” katanya, Selasa (28/3).

Selain itu, dia mengingatkan bahwa hal itu tidak serta merta menjadikan kawasan itu sebagai area konservasi yang malah menyampingkan kepentingan nelayan dan anggota komunitas lainnya di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga menginginkan nelayan tradisional untuk tidak lagi menggunakan bom untuk menangkap perikanan karena hal tersebut merusak ekosistem kawasan perairan nasional.

Bahkan, Menteri Susi dalam sejumlah kesempatan menyebutkan KKP sejak setahun terakhir dengan tegas berupaya memberantas penangkapan ikan dengan cara yang merusak lingkungan.

Hingga saat ini, menurutnya, aktivitas penangkapan ikan yang merusak masih banyak ditemui dan terjadi di beberapa daerah, dengan cara menggunakan bahan peledak serta potasium.

Susi juga mengingatkan bahwa saat mengelilingi lautan Indonesia, masih banyak ditemukan karang-karang yang rusak karena dibom dan aktivitas merusak lainnya.

Oleh karena itu, Menteri Susi mengharapkan peran serta pemerintah daerah serta kepolisian untuk dapat menindak tegas para nelayan nakal yang masih menggunakan bom ikan dan potasium. Adapun pemerintah, dalam hal ini KKP, lanjutnya, juga akan melakukan asistensi penggantian alat tangkap yang ramah lingkungan.

Seperti yang diketahui, bahwa penggunaan bom dalam menangkap ikan akan merusak terumbu karang. Dan terumbu karang yang rusak akibat bom akan membutuhkan waktu yang lama untuk pulih.

Kerusakan pada terumbu karang akan berakibat pada kerusakan ekosistem laut.

Kerusakan ekosistem laut tersebut tentu saja akan merugikan para nelayan karena nantinya akan mengurangi pasokan ikan di wilayah tersebut.

Jadi, diharapkan nelayan menyadari bahwa hal itu bukan akan merugikan ekosistem laut saja, melaikan akan berdampak terhadap mereka.

Previous NU: Umat Islam sebaiknya tidak ikut aksi 313 karena tidak ada manfaatnya
Next 21 Unit Leopard 2 RI akan menjadi kekuatan baru TNI untuk menjaga keutuahan NKRI