Penolakan Terhadap HTI Dan Khilafah Kembali Terjadi, Kali Ini Di Kupang


Kupang – Penolakan terhadap Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) kembali terjadi, ratusan warga NTT dari berbagai organisasi masyarakat, seperti Gerakan Pemuda Anshor dan Pemuda Islam Nusa Tenggara Timur, menggelar unjuk rasa damai menolak keberadaan HTI di daerahnya, Kamis (27/4).

“Ada ratusan orang yang menggelar unjuk rasa damai menolak keberadaan HTI di NTT,” kata Ketua GP Anshor NTT Abdul Muis.

Dia mengungkapkan bahwa berbagai kegiatan yang digelar HTI di Kota Kupang telah meresahkan warga yang telah menjalin kerukunan antarumat beragama di daerah tersebut.

“Solidaritas yang telah terbangun jangan dirusak oleh aktivitas HTI di daerah ini,” ucapnya.

Dia mencontohkan, beberapa hari lalu, HTI menggelar pengajian di salah satu masjid di Kota Kupang. Acara itu akhirnya dibubarkan GP Anshor karena HTI sudah dilarang beraktivitas di daerah tersebut.

“Kami berharap aparat keamanan menindak tegas HTI di kota ini,” tuturnya.

Longmarch dalam unjuk rasa ini digelar mulai Gong Perdamaian, kantor Gubernur NTT, dan hingga depan halaman Kepolisian Daerah NTT.

Penolakan terhadap keberadaan HTI sudah terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.

Hal itu terjadi karena masyarakat sudah sangat resah dengan keberadaan HTI yang berusaha untuk mengganti Pancasila dengan Khilafah.

HTI dinilai berusaha melakukan brainwashing masyarakat di sejumlah daerah agar mau dan menginginkan berdirinya Khilafah di Indonesia.

Salah satu target mereka adalah mahasiswa dan anak-anak muda.

Karena itulah, saat ini banyak masyarakat di sejumlah daerah melakukan resistensi terhadap keberadaan mereka karena dianggap mengancam.

Previous Situs Telkomsel Dibobol, Pengamanan Siber Harus Ditingkatkan
Next Paripurna DPR terkait hak angket KPK di warnai hujan interupsi dan penolakan dari sejumlah Fraksi DPR RI #TolakHakAngket

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *