Penutupan 11 entitas investasi bodong karena melanggar hukum dan merugikan masyarakat


Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing Tongam meminta masyarakat untuk selalu waspada terkait banyaknya kasus invesatasi bodong yang sangat merugikan masyarakat

Jakarta, BuletinInfo.com – Satgas Waspada Investasi kembali menghentikan kegiatan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi tanpa izin yang dilakukan 11 perusahaan atau entitas.

Satgas ini khusus menangani dugaan tindakan melawan hukum di bidang penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi.

Pada website resmi OJK, ojk.go.id disebutkan penghentian kegiatan usaha tersebut dilakukan karena dalam menawarkan produk, entitas tersebut tidak memiliki izin usaha dan berpotensi merugikan masyarakat.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing Tongam meminta masyarakat untuk selalu waspada terkait banyaknya kasus invesatasi bodong yang sangat merugikan masyarakat.

“Maraknya penawaran investasi ilegal dan penghimpunan dana masyarakat tanpa izin sudah mengkhawatirkan. Untuk itu, masyarakat diminta selalu waspada,” kata Tongam.

Satgas Waspada Investasi menghentikan kegiatan usaha 11 entitas sejak 18 Juli 2017. Ke-11 entitas yang dihentikan kegiatannya adalah:

1. PT Akmal Azriel Bersaudara;
2. PT First Anugerah Karya Wisata/First Travel;
3. PT Konter Kita Satria;
4. PT Maestro Digital Komunikasi;
5. PT Global Mitra Group;
6. PT Unionfam Azaria Berjaya/Azaria Amazing Store;
7. 4Jovem/PT Pansaky Berdikari Bersama;
8. Car Club Indonesia/PT Carklub Pratama Indonesia;
9. Koperasi Budaya Karyawan Bank Bumi Daya Cabang Pekanbaru;
10. PT Maju Mapan Pradana/Fast Furious Forex Index Commodity/F3/FFM; dan
11. PT CMI Futures,

Satgas Waspada Investasi telah mengundang 11 entitas tersebut untuk menjelaskan legalitas dan kegiatan usahanya. Entitas yang hadir adalah PT Akmal Azriel Bersaudara, PT First Anugerah Karya Wisata/First Travel, PT Konter Kita Satria, PT Maestro Digital Komunikasi, PT Global Mitra Group, PT UnionfamAzaria Berjaya/AzariaAmazing Store, 4Jovem/PT Pansaky Berdikari Bersama, Car Club Indonesia/PT Carklub Pratama Indonesia.

Entitas tersebut telah menandatangani surat pernyataan untuk menghentikan kegiatannya sejak 18 Juli 2017. Entitas lainnya tidak hadir, namun kegiatannya dihentikan karena diduga melanggar ketentuan perundang-undangan dan merugikan masyarakat.

PT Akmal Azriel Bersaudara harus menghentikan kegiatan usaha kredit mobil, motor atau emas yang dilakukan tanpa izin dan diduga melanggar ketentuan perundang-undangan serta merugikan masyarakat. Satgas Waspada Investasi meminta perusahaan ini mengurus perizinannya dan memperbaiki sistem pemasarannya agar sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

PT First Anugerah Karya Wisata/First Travel harus menghentikan penawaran perjalanan umrah promo yang saat ini sebesar Rp.14,3 juta. Satgas Waspada Investasi bersama Kementerian Agama Republik Indonesia meminta seluruh jemaah calon umrah tetap tenang dan memberikan kesempatan kepada manajemen First Travel untuk mengurus keberangkatan jemaah umroh.

PT Konter Kita Satria, PT Maestro Digital Komunikasi, PT Global Mitra Group, Unionfam Azaria Berjaya/Azaria Amazing Store, 4Jovem/PT Pansaky Berdikari Bersama, dan Car Club Indonesia/PT Carklub Pratama Indonesia dihentikan kegiatannya karena kegiatan usahanya belum mendapatkan izin dari otoritas berwenang. Perusahaan tersebut diminta segera mengurus izin sesuai ketentuan perundang-undangan. Sebelum izin diterbitkan, perusahaan tersebut tidak dapat menjalankan kegiatan usahanya.

Koperasi Budaya Karyawan Bank Bumi Daya Cabang Pekanbaru, PT Maju Mapan Pradana/Fast Furious Forex Index Commodity/F3/FFM danPT CMI Futures dihentikan kegiatannya karena diduga melakukan pelanggaran terhadap ketentuan perundang-undangan dan merugikan masyarakat.

Selama 2017, Satgas Waspada Investasi telah menghentikan kegiatan usaha 43 entitas. Satgas Waspada Investasi meminta masyarakat selalu berhati-hati dalam menggunakan dananya.

“Jangan sampai tergiur dengan iming-iming keuntungan yang tinggi tanpa melihat risiko yang akan diterima. Apabila masyarakat mengetahui terdapat kegiatan yang menyerupai dengan kegiatan entitas tersebut di atas, informasi tersebut dapat disampaikan kepada kami,” kata Tongam.

Previous Gatot Nurmantyo: Jangan percaya sama ulama yang ingin memecah Pancasila
Next Presiden Jokowi: PAN solid di partai pendukung pemerintah