Personel polisi harus waspada terhadap ancaman teror dan kantor polisi diperketat penjagaannya


Jakarta, BuletinInfo – Polri harus meningkatkan kewaspadaan terhadap teror ataupun penyerangan terhadap personel kepolisian ataupun kantor – kantor polisi di seluruh Indonesia. Hal tersebut sangat diperlukan menyusul terjadinya serangan teror beruntun mulai dari penyerangan di mapolda Sumatera Utara pada 25 juni lalu, penusukan terhadap dua anggota brimob di masjid Falatehan pada 30 juli lalu dan pada 4 Juni 2017, peristiwa penangkapan terhadap dua orang di mushola mapolsek Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, yang dicurigai karena membawa senjata tajam berupa sangkur dan petasan.

Kejadian-kejadian yang meneror kantor dan personil polisi tersebut menjadi pelajaran berharga bagi pihak kepolisian untuk memperketat penjagaan kantor polisi dan meningkatkan kewaspadaan personil polisi.

Sudah waktunya pihak kepolisian melakukan evaluasi standar keamanan aparat kepolisian untuk mencegah terjadinya penyerangan terhadap pihak polri. Bercermin dari peristiwa beruntun yang meneror aparat kepolisian, Polri harus semakin siaga terhadap teror yang mengancamnya.

Disisi lain, dengan teror yang terus menerus terhadap polisi, bukan berarti pihak kepolisian surut dalam memberantas terorisme dan tidak kejahatan lainnya, melainkan justru semakin gencar untuk menumpas tindakan terorisme yang meresahkan masyarakat.

Tidak ada kata “surut” dalam memberantas terorisme, kepolisian selalu siaga dalam menjaga keamanan negara dari ancaman terorisme meski harus sekalipun berkorban nyawa, polisi selalu konsisten membuat masyarakat merasa aman.

(HA)

Previous Masyarakat Bisa Menilai, HTI Meresahkan Karena Pahamnya Tidak Sesuai Pancasila
Next Menkopolhukam: aksi teror menjadi pengingat bagi umat Islam di Tanah Air agar tidak mudah terpengaruh internet