Pertamina Berhasil Temukan Cadangan Minyak Baru


Jakarta — Cadangan minyak baru berhasil di temukan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) di sumur eksplorasi Parang-1, blok Nunukan.

Saat ini, Presiden Direktur PHE Gunung Sardjono Hadi mengatakan, belum diketahui dengan pasti cadangan yang berada di sumur eksplorasi tersebut. Pasalnya, perusahaan masih perlu merangkaian serangkaian tes yang komprehensif sebelum menyimpulkan angka cadangan yang pasti.

Dia menuturkan bahwa saat ini perusahaan tengah melakukan uji alur produksi (Drill Stem Test/DST).

“Kami akan melanjutkan tes DST hingga tuntas sehingga akan didapatkan besaran sumber daya atau cadangan yang komprehensif,” terang Gunung, pada Selasa (21/3).

Selanjutnya, dia menjelaskan bahwa perusahaan belum bisa segera menyerahkan proposal rencana pengembangan (Plan of Development/PoD) pasca temuan cadangan ini. Ia beralasan, uji DST ini baru tahapan ketiga dari eksplorasi. Masih ada empat tahapan lain sebelum masa eksplorasi ini dinyatakan rampung.

Keempat tahapan tersebut yaitu pelaksanaan seismik tiga dimensi (3D), studi lebih mendalam, hingga mengebor tiga sumur appraisal. Sumur appraisal adalah sumur yang dibor untuk mengonfirmasi data yang diperoleh dari pemboran eksplorasi. Ini diperlukan untuk memetakan cadangan pasti yang berada di sebuah sumur.

Akan tetapi, dia masih belum dapat memastikan kapan proses tersebut rampung semua.

“Nantinya, bila POD Parang terpisah, maka submissions akan disampaikan jika datamya sudah lengkap dan komprehensif,” imbuh Gunung.

Penemuan cadangan baru ini diharapkan dapat meningkatkan rencana produksi blok Nunukan menjadi 60 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD) untuk gas dan minyak sebesar 1.800 barel per hari.

Lebih lanjut, kontrak bagi hasil produksi (Production Sharing Contract/PSC) blok Nunukan sudah diteken tanggal 12 Desember 2004 silam. Setelah itu, pemerintah pun mengasese PoD I blok Nunukan untuk pengembangan lapangan Badik pada tanggal 30 Maret 2015 silam.

Saat ini, pemegang hak partisipasi di blok Nunukan terdiri dari PHE sebesar 64,5 persen, BPRL Ventures Ind BV sebesar 12,5 persen, dan Videocon Indonesia Nunukan Inc sebesar 23 persen.

Previous Pertamina berharap Penemuan cadangan minyak baru bisa meningkatkan produksi blok Nunukan hingga60 juta kaki kubik per hari
Next Bentrokan Di Kerinci: Kekerasan Tak Selesaikan Masalah, Mari Berdiskusi Untuk Selesaikan Masalah