Pertamina Ditugaskan Mendistribusikan 25 Ribu Paket Konverter Kit Untuk Kapal Nelayan


Jakarta, BuletinInfo.com – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menugaskan PT Pertamina (Persero) untuk menyediakan, mendistribusikan dan memasang 25.000 paket perdana Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil di 18 wilayah pada tahun 2018.

Berdasarkan laman resmi Kementerian ESDM, www.esdm.go.id ,penugasan ini tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 294 K/10/MEM/2018.

Sebelumnya, program pembagian konverter kit untuk nelayan ini telah dimulai pada tahun 2016. Telah dibagikan 5.473 unit konverter kit pada 2016 dan 17.081 unit di tahun 2017. Penggunaan LPG 3 kg sebagai bahan bakar ini telah berhasil mengurangi biaya operasional nelayan sebesar Rp 30.000 hingga Rp 50.000 per harinya. Dengan LPG juga memberikan energi bersih, mengurangi konsumsi BBM, lebih aman, serta membantu ekonomi nelayan.

Penugasan tersebut dilaksanakan Pertamina terhitung sejak 26 Januari 2018 di 18 Provinsi, yakni Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Bali, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.

Pembagian paket konverter kit ini terdari atas beberapa komponen, yaitu pipa penyalur (selang), pengatur (regulator), pencampur (mixer/injector) dan alat pendukungnya, tabung LPG, LPG, as panjang, serta baling-baling beserta alat kelengkapannya.

Pendistribusian paket konverter kit LPG 3 kg oleh Pertamina ini dilaksanakan dengan pembiayaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2018. Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Pertamina diminta untuk memberikan laporan kepada Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi secara tertulisan setiap 3 (tiga) bulan sekali terkait progress penugasan tersebut.

Previous Orang Papua Beri Kartu Hitam Kepada Ketua BEM UI, Fadli Zon dan Fahri Hamzah Karena Mereka Sudah Kelewatan Batas, Bisanya Hanya Ngoceh
Next Masyarakat tidak perlu resah terhadap kejadian penganiayaan terhadap para Ustadz, Polisi Tangani secara profesional