Pertamina EP akan lakukan pemboran lepas pantai sebagai komitmen untuk mendukung pemenuhan energi nasional


Pengeboran ini diharapkan mampu menghasilkan 700 barel minyak per hari dan 1,2 juta kaki kubik gas per hari

Jakarta, BuletinInfo.co – PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya PT Pertamina EP  kembali menunjukkan komitmennya untuk mendukung pemenuhan energi nasional.

PT Pertamina EP  merupakan anak perusahaan PT Pertamina yang bergerak di sektor hulu migas dan merupakan Kontraktor Kontrak Kerjasama dibawah naungan SKK Migas

Setelah berjalan kurang lebih 4 tahun dengan tingkat produksi yang cukup bagus, PT Pertamina EP Asset 4 Poleng Field yang beroperasi di sekitar wilayah Laut Jawa Bagian Timur sedang mempersiapkan langkah yang cukup berani dengan melaksanakan pemboran lepas pantai pertama.

Hal tersebut merupakan kegiatan pengeboran lepas pantai pertama dalam sejarah PT Pertamina EP yang pada 13 September 2017 mendatang baru genap berusia 12 Tahun.

Poleng Field Manager Charles S. Siallagan menjelaskan, hingga saat ini, tim Asset 4 Poleng Field sangat optimis dengan persiapan pengeboran Poleng N2 tersebut.

“Kami telah mempersiapkan tim khusus baik untuk tim teknis dan nonteknis demi kelancaran operasi ini. Kami sangat berharap pemboran ini berjalan lancar dan bisa menambah produksi PT Pertamina EP pada khususnya dan secara nasional pada umumnya,” ucapnya.

Sementara itu, Public Relation Manager PT Pertamina EP  Muhammad Baron disela acara media Gathering (16/07) mengatakan bahwa pihaknya  tengah mempersiapkan segala sesuatu guna kelancaran proses pemboran lepas pantai di Poleng Field dimana sedang dilakukan inpeksi secara menyeluruh terhadap Rig ENSCO 67 yang akan digunakan untuk melakukan pemboran.

Sumur yang akan dibor, tambah Baron, bernama Poleng N2 atau sumur CW-12H yang memiliki koordinat permukaan X : 708,283.73 ; Y : 9.259.346,09.

“Insyaallah apabila semua persiapan berjalan lancar, kegiatan pemboran akan mulai dilaksanakan mulai awal Agustus 2017 dengan durasi pekerjaan estimasi mencapai 45 hari dengan target kedalaman mencapai 9.000 ft dan perkiraan biaya mencapai USD 15 Juta”, jelas Baron.

Baron menjelaskan bahwa melalui kegiatan pemboran ini diharapkan mampu menghasilkan 700 Barel Minyak Per Hari dan 1,2 Juta Kaki Kubik Gas Per Hari. Selain itu pemboran ini juga bertujuan untuk menambah titik serap hidrokarbon di area CW dan DW.

Menurut Didik Susilo selaku Asset 4 General Manager PT Pertamina EP, Asset 4 merupakan salah satu asset yang paling lengkap dikarenakan selain memiliki lapangan minyak juga 3 Pusat Produksi Gas yaitu CPP Gundih, CPP Donggi dan CPP Matindok. Selain itu, juga ada lapangan di darat serta di lepas pantai seperti yang ada di Poleng Field ini. Poleng Field masuk ke PT Pertamina EP kurang lebih 4 tahun yang lalu.

“Setelah berjalan kurang lebih 4 tahun dengan tingkat produksi yang cukup bagus, kini kami mempersiapkan langkah yang cukup berani dengan melaksanakan pemboran”, ujarnya.

Previous Ketum PB NU: Ormas Anti Pancasila Harus Dibubarkan Sedini Mungkin
Next Presiden Jokowi: Pihak telegram tidak mau bekerja sama dengan pemerintah untuk mengontrol akun-akun yang terkait terorisme