Pertumbuhan Ekonomi Menunjukkan Tren Positif, Presiden Ajak Agar Tetap Optimis Dan Percaya Diri


Jakarta, BuletinInfo – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengatakan, seluruh elemen bangsa harus optimis menghadapi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Saat membuka Trade Expo Indonesia 2017, Presiden mengungkapkan adanya pertumbuhan ekonomi yang dicapai seiring dengan percepatan pembangunan infrastruktur.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengungkapkan peringkat yang diperoleh Indonesia.

“Dalam world competitiveness index (peringkat daya saing) 2017-2018, posisi Indonesia berada di peringkat 36. Naik dari posisi 41 dari tahun sebelumnya, ini dihitung dari 137 negara, ya cukup baik,” kata Presiden, di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu (11/10/2017).

Bahkan, lanjut dia, di dalam World Economic Forum, disebutkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini sama seperti perekonomian Korea Selatan saat bangkit menjadi negara industri dunia.

Dengan melihat peringkat Indonesia di antara negara-negara di dunia seharusnya dapat membuat masyarakat semakin optimistis.

“Kalau dilihat, seharusnya kita optimistis, percaya diri. Jangan pesimistis. Jika ada masalah, ya kita selesaikan. Kalau ada halangan, kita perbaiki,” ujar Presiden.

Pada kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan kepada pelaku usaha yang menghadiri acara tersebut untuk menyampaikan masalah atau hambatan yang terjadi. Nantinya masalah itu akan diselesaikan bersama-sama dengan pemerintah.

“Momentum ini yang harus kita maksimalkan, agar perdagangan Indonesia bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi, sejumlah indikator pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren positif. Misalnya, nilai ekspor secara umum.

Sebelumnya Jokowi menyampaikan pertumbuhan nilai ekspor Indonesia ke negara lain. Periode Januari-Agustus 2017 mencapai Rp 108,79 miliar dolar AS. Jumlah ini meningkat 17,58 persen dibanding periode yang sama tahun 2016.

Pertumbuhan juga terlihat dari ekspor non migas. Jokowi mengatakan, periode Januari-Agustus 2017, nilai ekspor non migas mencapai Rp 98,76 miliar dolar AS atau mengalami kenaikan 17,73 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2016.

Presiden Jokowi berpesan kepada kementerian terkait untuk mempertahankan, sekaligus meningkatkan nilai ekspor. Sebab, nilai ekspor adalah salah satu indikator penting dalam pertumbuhan ekonomi.

“Teruskan kerja sama yang beriringan antara eksportir, dunia usaha dengan pemerintah. Tentu saja pemerintah juga akan lebih gencar dalam membangun infrastruktur demi konektivitas,” ujar Jokowi.

Previous Irjen Pol Rafli Amar: Pilkada Papua Rawan gangguan dari kelompok kriminal bersenjata
Next Pemerintah telah verifikasi 5,9 kartu tani yang menerima subsidi pupuk