Polisi amankan Warga Myanmar otak dibalik penyeludupan imigran ke Australia


Kupang, BuletinInfo -Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) merampungkan berkas tersangka kasus penyelundupan 25 imigran Timur Tengah tujuan Australia, Jumat (8/9).

Tersangka bernama Maung Maung Tin alias Shadiq, warga Myanmar yang saat ini bermukim di Jawa Tengah.

“Kami mengirim beras bersama tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Tinggi NTT,” kata Kasubdit IV Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda NTT Rudy JJ Ledo kepada wartawan.

Shadiq masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 2015, dan berhasil ditangkap pada 22 Agustus 2017 di Jakarta. Dia melarikan diri setelah 25 imigran yang diselundupkan ke Australia pada Agustus 2015 gagal karena dicegah Angkatan Laut negara tersebut.

Puluhan imigran itu kemudian dikembalikan ke perairan Indonesia dan terdampar di perairan Tablolong, Kabupaten Kupang sebelum ditangkap polisi.

Menurut Kompol Rudy, awalnya polisi menangkap tiga warga Sulawesi Selatan yang bertugas sebagai nakhoda dan anak buah kapal (ABK). Dari mereka diketahui imigran menyerahkan uang kepada Shadiq sebesar Rp250 juta sebagai imbalan menyeberangkan mereka ke Australia.

Kemudian Shadiq menyewa kapal milik Ambo Tuwo, warga Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan Rp90 juta. Kapal dinakodai oleh Andy Mustaking alias Bobby dan anak buah kapal Dahrani, 26, dan Mauhammad Jabbar, 25.

Adapun nakhoda dan dua anak buah kapal telah divonis penjara dan menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Penfui Kupang. (OL-6)

Previous Presiden: Misteri pembunuhan Munir harus diusut hingga tuntas
Next Puspen TNI: Berita tentang TNI akan di kirim ke Myanmar Hoax