Politisasi Agama Dalam Pilgub DKI


Jelang Pemilihan Gubernur (pilgub) DKI Jakarta puteran kedua, isu-isu SARA, terutama agama, semakin banyak digunakan untuk menjatuhkan pasangan calon (paslon) 2 Basuki Tjahja Purnama (Ahok).

Pada putaran pertama kemarin, isu penistaan agama dipakai untuk menjatuhkan elektabilitas Ahok.

Namun demikian, Ahok tetap memenangkan putaran pertama dengan memperoleh 2.364.577 suara atau 42,99 persen.

Kali ini diputaran kedua, isu agama kembali dipergunakan untuk menjatuhkan elektabilitas Ahok.

Mereka bahkan sampai membuat spanduk yang berisikan menolak mensholati pendukung atau yang memilih Ahok.

Mereka dengan arogannya mencap bahwa pemilih Ahok adalah kafir dan munafik, padahal mereka bukan tuhan yang dapat menentukan kadar keimanan yang dimiliki oleh manusia.

Yang lebih parah adalah ketika mereka ternyata benar-benar tidak mau untuk menyolati jenazah orang yang diduga memilih Ahok. Bahkan, salah satu pihak keluarganya disuruh untuk menandatangani surat pernyataan agar memilih paslon 3 jika ingin jenazah keluarganya mau untuk disholatkan.

Tindakan ini tentunya sangat tidak demokratis dan etis.

Mereka menggunakan agama yang berdasarkan tafsiran mereka sendiri untuk mendeskriditkan Ahok.

Mereka juga berusaha memaksakan penafsiran agama Islam mereka kepada semua umat Islam di Indonesia.

Terlebih lagi, mereka selalu mengutarakan hate speech yang nantinya malahan akan memecah-belah bangsa Indonesia.

Sikap mereka tersebut sangatlah tidak Islami dan berbeda 180 derajat dari karakter yang diajarkan oleh Nabi Besar Muhammad SAW.

Selama ini, beliau mengajarkan umat Islam untuk ramah, santun, jujur dan toleransi umat beragama (ingat piagam Madinah, itu bentuk toleransi umat beragama), akan tetapi sekarang yang dilakukan beberapa kelompok umat Islam adalah penebar kebencian, mencela, menyebarkan berita bohong dan intoleransi.

Seharusnya jika memang benar-benar Islam, junjung tinggilah karakter sesuai dengan Nabi Besar kita. Stop sebar berita kebencian, bohong, intoleransi, dan stop politisasi agama Islam.

Previous Teroris ISIS Asal Indonesia Tewas Akibat Bom Meledak Sebelum Waktunya
Next Langkah Pemerintah Untuk Selesaikan Polemik Angkutan Online