Politisasi Agama Pilkada DKI meresahkan masyarakat Ibukota


Jakarta,BuletinInfo– Masyarakat DKI saat ini sudah semakin diresahkan dengan konten politisasi agama yang semakin sulit untuk dikontrol. Secara kongkrit masyarakat DKI Jakarta belakangan ini resah dengan maraknya spanduk larangan menyolati jenazah yang memiliki perbedaan pandangan politik.

Direktur Moderat Muslim Society, Agus Muhammad, menegaskan, kecenderungan menggunakan sentimen agama dalam Pilkada sangat tidak sehat bagi masyarakat dalam pembelajaran berdemokrasi.

“Ini sudah bukan sekadar perbedaan penafsiran terhadap teks suci, tetapi soal bagaimana dampaknya bagi hubungan antarsesama warga,” kata Agus, di Jakarta, Senin (13/3).

Dirinya mengingatkan, ketika sentimen agama masuk dalam pusaran kampanye Pilkada, maka tanpa disadari akan memiliki dampak yang sangat buruk. Masyarakat tidak hanya terbelah, tetapi kemudian muncul permusuhan.

“Saya meminta agar politisasi jenazah dihentikan segera. Hubungan antarwarga bisa renggang, bahkan tegang. Dalam situasi tegang, segala hal bisa terjadi. Hanya butuh pemicu kecil untuk meledakkan konflik,” ujarnya mengingatkan.

Menurutnya, situasi yang terjadi saat ini dapat menghancurkan modal sosial yang sudah kondusif bagi perbedaan dan keragaman. Oleh sebab itu, sudah saatnya berbagai macam bentuk politisasi agama harus dihentikan.

“Memperbaiki kohesi sosial yang retak butuh waktu yang sangat lama. Kalau pun bisa diperbaiki, situasinya tidak akan sama seperti sebelumnya,” ucapnya.

(HA)

Previous Langkah Pemerintah Untuk Selesaikan Polemik Angkutan Online
Next Rektor Univ.Paramadina Firmanzah: Melawan Perbudakan modern mandat Konstitusi Indonesia