PPATK temukan modus teroris galang dana dari media sosial


Jakarta, BuletinInfo – Trend pendanaan kelompok teroris mengalami perubahan sejak tahun 2015 lalu menurut Kepala Pusat Pelaporan dan analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kiagus Ahmad Badaruddin.

Kini kelompok-kelompok tersebut memanfaatkan media sosial untuk menyapa para donatur, dan merekrut donatur baru.

“Mereka menggunakan crowd funding (red: pendanaan masyarakat),” ujarnya kepada wartawan di Pusdiklat PPATK, Tapos, Depok, Jawa Barat, Kamis (30/11/2017).

Crowd Funding yang dimaksud, adalah mengumpulkan uang dari masyarakat, dengan jumlah yang berbeda-beda. Kelompok penebar teror tersebut akan membuat propaganda untuk meraih simpati golongan masyarakat tertentu, dan meminta sumbangan dari mereka.

“Dia masang iklan di media sosial, di Facebook, dan mereka dapat dananya,” ujarnya.

“Biasanya kan dibungkus kegiatan apa gitu, ada kegiatan ini misalnya, nanti duit yang diperoleh bisa saja digunakan untuk kegiatan yang jadi program dia,” katanya.

Selanjutnya uang tersebut dikirimkan oleh masyarakat, melalui sejumlah instrumen yang ada, termasuk melalui bank konvensional. Karena jumlahnya berbeda-beda, PPATK menurut Kiagus Ahmad Badaruddin, pihaknya tidak menetapkan batas bawah untuk mengendus aksi para penebar teror.

“Ada yang seribu (dollar Amerika Serikat) ada yang dibawah seribu (dollar Amerika Serikat), makanya kita tidak melakukan treshold, tidak ada batas, pokoknya berapapun,” ujarnya.

Previous Wapres JK: Ukuran Keberhasilan Penegak Hukum Bukan Banyak Menangkap Orang
Next Menkeu Sri Mulyani Prihatin Dengan Maraknya Korupsi Dan Suap Di Daerah