Praktik Judi Online Skala Internasional Berhasil Dibongkar


Jayapura – Kepolisian berhasil membongkar praktik judi online yang beromzet miliaran rupiah di Timika, Papua. Pihak kepolisian  juga berhasil membekuk 3 pelaku berinisial GHS alias SINT dan BSG alias LG, dan SL.

Penangkapan itu dilakukan oleh Direktorat Kriminal Khusus Polda Papua pada Sabtu (18/3).

Praktik judi online tersebut dioperasikan dari sebuah kantor di Jalan Belibis, Timika, Papua, mempunyai omzet sangat besar. Bahkan per harinya, praktik haram itu beromzet Rp 600 juta hingga Rp 700 juta.

“Cyber Respon Team dari Subdit Cyber Crime Dit Reskrimsus Polda Papua telah menangkap tersangka judi online dari Timika,” ujar Kepala Subdit Perbankan Cyber Crime dan TPPU Dit Reskrimsus Polda Papua, AKBP Juliarman Eka Putra dalam jumpa pers di Mapolda Papua, Minggu (19/3).
Terdapat 3 rangkaian dalam perjudian online tersebut, yakni perjudian dari Sidney online, Singapore online dan Hong Kong online atau disebut dengan togel.

Menurut Juliarman judi online tersebut telah beroperasi selama 2 bulanm

Diketahui dadi hasil penyidikan, bahwa pelaku inisial BSG berperan sebagai penghitung, pengumpul, termasuk pemonitoring nomor yang keluar dan merekap hasil dari agen-agen.

Di juga dibantu oleh SL yang bertindak sebagai akuntan yang membuat pembukuan pemasukan dan pengeluaran dari pada perjudian ini. Sedangkan, tersangka lainnya GHS berperan sebagai pendaftar atau pemilik website yaitu Dumaster dan Fan 303.com.

“Barang bukti yang berhasil diamankan dari TKP yaitu uang sebesar Rp 82 juta, buku tabungan, kartu kredit, kartu ATM BCA, BRI, Mandiri dan BNI, perangkat komputer (CPU, monitor dan keyboard), perangkat WiFi, CCTV, rekapan togel, kupon togel, buku cek giro BCA, Mandiri dan BNI, buku catatan pengeluaran uang slip transfer uang dan pin token,” ujarnya.
Dia juga menjelaskan bahwa perputaran judi online ini dilakukan pada pukul 14.50 WIT, 18.50 WIT dan 23.50 WIT setiap harinya.

“Itu menurut pengakuan tersangka, tetapi setelah kami dalami ada kemungkinan hal ini bisa lebih dari itu,” katanya.

Saat ini, masih dilakukan pemeriksaan intensif terhadap ketiga tersangka.

Bahkan, Juliarman mengatakan kepolisian kemungkinan akan bekerja sama dengan otoritas di luar negeri mengingat server website itu ditemukan di Jerman.

“Indikasi pendaftaran dari website ini pelakunya dari Amerika. Kami akan dalami ini secara profesional dan prosedural dengan bekerja sama dengan kepolisian Jerman dan FBI Amerika,” ucap Juliarman.

Selain itu, omzet yang dimiliki oleh judi online tersebut bahkan bisa jauh lebih besar lagi.

“Omzet mereka berdasar pengakuan tersangka, sekitar Rp 600 miliar sampai Rp 700 juta per hari. Namun setelah dilakukan pendalaman, ada kemungkinan bisa lebih dari itu yakni sekitar Rp 1 miliar sampai Rp 2 miliar,” imbuh Juliarman.

Atas perbuatannya, ketiganya dijerat dengan Pasal 27 ayat (2) nomor 19 tahun 2016 tentang Undang-undang ITE, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar.

“Judi online ini sangat meresahkan dan juga mengganggu dari ekonomi masyarakat bawah Papua, jadi orang-orang yang bergabung ini akhirnya ketagihan dan akhirnya melupakan pekerjaannya dan berharap dari perjudian ini saja,” kata Juliarman.

Ini bukan kali pertama pihak kepolisian berhasil dalam mengungkap praktik judi online.

Pengungkapan praktik judi online yang berskala internasional ini tentunya patut diapresiasi, terlebih lagi praktik judi online ini baru berjalan baru, namun pihak kepolisian berhasil mengendus praktik tersebut dengan cepat.

Previous Cabai Turun, Faktornya apa saja?
Next Polisi tahan tiga pelaku judi online di Papua dengan omzet per hari mencapai Rp.700 juta

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *