Presiden Akan Resmikan KEK Mandalika Dan KEK Palu Pada Agustus dan September Mendatang


Jakarta, BuletinInfo.com – Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus memastikan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Nusa Tenggara Barat dan Palu di Sulawesi Tengah siap beroperasi pada September 2017.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dibangun sebagai suatu wilayah dimana berbagai jenis industri dapat dibangun, tumbuh, dan berkembang.

KEK berperan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang menggerakkan sebuah wilayah, dan bahkan bisa berpengaruh secara nasional. Selain itu, KEK juga menjadi wilayah yang menyerap cukup banyak tenaga kerja.

Karena sebagai wilayah yang penting untuk pertumbuhan ekonomi, maka KEK merupakan magnet tersendiri bagi investor, khususnya mereka yang ingin berinvestasi di daerah yang sedang berkembang.

Bahkan pada rentang tertentu, KEK mampu meningkatkan perkembangan infrastruktur Indonesia.

Sangat diharapkan agar semua stakeholder terus bekerja keras membangun KEK yang berdaya saing dan berkelanjutan, agar tujuan pemerataan antar daerah dapat segera terwujud.

“Kedua KEK direkomendasikan untuk diresmikan operasionalnya oleh Presiden pada Agustus atau September 2017,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, Rabu.

Darmin menegaskan hal tersebut seusai memimpin rapat Dewan Nasional KEK yang dihadiri oleh beberapa menteri dan pejabat pemerintah daerah terkait.

Investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, Sulawesi Tengah dan KEK Mandalika, Nusa Tenggara Barat, hingga tahun 2025 diperkirakan akan mencapai Rp121,04 triliun.

Saat ini, tercatat sebanyak tiga investor sedang membangun hotel berbintang lima di KEK Mandalika yaitu Pullman Hotel, Royal Tulip Hotel serta X2 Hotel.

Tiga investor lainnya diharapkan mulai membangun hotel di kawasan ini pada awal 2018 yaitu ClubMed Hotel, Paramount Hotel serta Mozaique Jiva One Sky Hotel.

Pembangunan KEK yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2014 ini ditargetkan mencapai Rp2,2 triliun dengan investasi pelaku usaha mencapai Rp28,64 triliun pada 2025.

Sementara itu, tiga investor dipastikan telah berpartisipasi dalam pembangunan pabrik di KEK Palu yaitu PT Asbuton, PT Hong Thai dan PT Sofi Agro.

PT Bangun Palu Sulteng telah melakukan Join Venture dengan PT STM Tunggal Jaya untuk pembangunan dan pengelolaan kawasan ini. PT Cheongsu Power Indonesia juga terlibat dalam pembangunan water treatment plan sejak awal Agustus 2017.

Pembangunan KEK yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2014 ini ditargetkan mencapai Rp1,7 triliun dengan investasi pelaku usaha mencapai Rp92,4 triliun pada 2025.

Sebelumnya, setelah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah, suatu KEK harus siap beroperasi dalam waktu paling lama tiga tahun sejak penetapannya.

Bila dalam tiga tahun KEK belum siap beroperasi, Dewan Nasional KEK dapat mengambil keputusan, yaitu melakukan perubahan atas usulan sebelumnya, memberikan perpanjangan waktu paling lama dua tahun atau mengambil langkah penyelesaian masalah.

KEK dinyatakan siap beroperasi apabila telah siap untuk menerima dan melayani investor dengan berbagai fasilitas dan kemudahan yang ditawarkan, sesuai peraturan perundangan.

Kriteria evaluasi meliputi kesiapan dan kelengkapan infrastruktur dan fasilitas dalam kawasan, kelembagaan dan sumber daya manusia, serta tersedianya perangkat pengendalian administrasi.

Kelengkapan infrastruktur meliputi tiga aspek, yaitu lahan, infrastruktur serta fasilitas. Kelembagaan dan SDM meliputi pembentukan Dewan Kawasan, Sekretariat Dewan Kawasan, Administrator dan Badan Pengelola.

KEK yang siap beroperasi juga harus didukung dengan perangkat pengendalian administrasi, yaitu sistem pelayanan perizinan dan sistem pelayanan pengelolaan kawasan.

Previous Bareskrim Polri tindak tegas sindikat perdagangan manusia internasional, delapan tersangka diamankan
Next Jika melanggar peruntukan trotoar dapat di penjara 1 tahun

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *