Presiden Joko Widodo : RAPBN 2018 harus Realistis , Kredibel dan disusun dengan semangat Optimisme


Jakarta, BuletinInfo –  Presiden Joko Widodo dalam pengantar Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara  membahas kapasitas fiskal (resource envelopes) dan pagu indikatif RAPBN 2018, serta upaya mengerek Peringkat Kemudahan Berbisnis atau Ease of Doing Business (EODB) di 2018.

 RAPBN 2018 harus realistis, kredibel, sejalan dengan perekonomian dunia. (17/3)

“Saya ingin menekankan beberapa hal. Pertama, RAPBN 2018 disusun dengan semangat optimisme. Tapi harus realistis dan kredibel, sejalan dengan perekonomian dunia. Kita juga harus berani meningkatkan target pertumbuhan ekonomi menjadi 5,4-6,1 persen,” kata Jokowi.

Untuk itu, kata mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI ini, seluruh kementerian dan lembaga, harus bekerja keras. Dan, melakukan langkah konkret guna mewujudkan target tersebut.

Presiden meminta jajarannya agar tidak bekerja monoton, linier, buang filosofi business as usual. “Saya kira ini harus ditekankan kepada yang ada di bawah kita agar betul-betul langkah konkret itu ada,” kata Jokowi.

Jokowi juga menekankan pentingnya meningkatkan rasio perpajakan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi 11%. Selain itu, penajaman program prioritas harus mengarah kepada produktivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi.

“Dan untuk investasi karena kapasitas fiskal yang terbatas sehingga investasi tidak bisa tergantung pada pemerintah,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut presiden, sumber-sumber investasi sebagian besar harus berasal dari swasta dan BUMN. Porsinya diharapkan bisa 70-80%. “Capital Expenditure BUMN harus ditingkatkan sehingga ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita,” papar Jokowi. (17/3) -RN

 

Previous Kepolisian Berhasil Tangkap 2 Pemasok Senjata Ke Teroris
Next Cegah paham Komunisme dan Radikalisme