Presiden Jokowi: Kasus anak kekurangan Gizi jangan sampai terjadi lagi di Indonesia


Jakarta, BuletinInfo -Presiden RI Joko widodo memotivasi peserta rakerkesnas 2017 untuk selalu semangat dalam menyelesaikan persoalan kesehatan. Presiden meminta sejumlah persoalan kesehatan diantaranya kasus kekuangan Gizi terhadap anak jangan sampai terjadi lagi di tanah air.

Presiden RI Joko Widodo membuka kegiatan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2017 di Birawa Assembly Hall Bidakara Jakarta. Terdapat pemandangan menarik dalam kegiatan tersebut. Usai kegiatan pembukaan, Presiden tampak menyalami para kepala dinas kesehatan di sepanjang jalan menuju pintu ke luar dari ruangan pelaksanaan kegiatan sambil sesekali mengucapkan kata-kata motivasi untuk lebih fokus dan semangat untuk menyehatkan masyarakat.

“Selamat bekerja, Indonesia harus sehat”, ujar Presiden saat bersalaman dengan salah satu peserta.

Sebelumnya saat menyampaikan arahan di atas podium sesaat sebelum pembukaan, Bapak Presiden menyampaikan untaian kata yang penuh semangat dan optimisme. Seluruh hadirin di dalam ruangan begitu hening menyimak setiap pesan yang beliau sampaikan. Dalam sambutannya, Presiden menyoroti beberapa persoalan kesehatan, seperti angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi, adanya kasus anak kekurangan gizi, dan kematian akibat penyakit infeksi.

“Ini sebetulnya persoalan yang bisa kita selesaikan. Sekali lagi, dari segi ekonomi Indonesia sudah berada pada pendapatan menengah. Persoalan ini ”, ungkap Presiden.

Begitu besarnya perhatian Bapak Presiden Jokowi terhadap kesehatan, dalam banyak kunjungan beliau ke daerah, Presiden sering membagikan langsung Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan Balita. Hal ini menunjukkan dukungan nyata beliau terhadap kesehatan generasi bangsa sebagai investasi berharga terutama dalam mewujudkan Nawacita agenda kelima.

“Tidak ada anak yang sepantasnya kekurangan gizi di negara berpendapatan menengah seperti Indonesia sekarang ini. Tidak ada anak yang pantas meninggal karena penyebab yang sebetulnya kita bisa cegah dan kita mengerti bagaimana mencegahnya”, tuturnya.

Presiden menggugah peran serta lintas sektor lainnya agar bersama-sama mendukung upaya pembangunan kesehatan, karena status kesehatan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia berdampak pada pencapaian pembangunan. Persoalan dan beban di bidang kesehatan harus diselesaikan secepatnya agar dapat berhasil mencapai Indonesia Emas pada tahun 2045.

“Kita kembalikan masyarakat kepada pola hidup sehat, pola makannya, olah raga, lingkungannya, sanitasi dan air bersih, oleh sebab itu di sini hadir Menteri PU karana ini berkaitan erat dengan infrastruktur. Tidak mungkin kementerian kesehatan bekerja sendiri tanpa didukung air bersih, sanitasi yang baik”, imbuhnya.

Previous Anies-Sandi, Mulai Dari Politik Penipuan Hingga Upaya Pecah-Belah
Next Jokowi: 2045 Ekonomi Indonesia Lima Besar Di Dunia