Presiden Jokowi melakukan peresmian PLBN skouw Jayapura di Papua


Jakarta, BuletinInfo – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengawali kunjungan kerja di tanah cendrawasih dengan meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw Jayapura di Papua.
Peresmian PLBN Skouw juga menjadi rangkaian kerja lintas nusantara. Khusus di Jayapura, Jokowi akan melakukan peresmian beberapa pembangunan infrastruktur.
PLBN Skouw menjadi lokasi pertama yang akan dikunjungi Mantan Wali Kota Solo ini.
“Hari ini Presiden Jokowi meresmikan PLBN Skouw pada pukul 14.00 WIT, sekarang rombongan menuju lokasi,” kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, di PLBN Skouw, Jayapura, Selasa (9/5/2017).
Setelah meresmikan PLBN Skouw, Jokowi juga dijadwalkan akan membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ke warga.
Di tempat terpisah, Jokowi juga akan membagikan sertifikat tanah. Serta meresmikan PLTU Holtekamp dengan kapasitas 20 megawatt (MW) dan akan meletakan batu pertama PLTMG Holtekamp dengan kapasitas 50 MW.
“Sesuai jadwal, Presiden Jokowi akan memberikan makanan tambahan atau PMT, lalu pemberian sertifikat tanah, dan akan meresmikan PLTMG Holtekamp,” jelas Basuki.
Dia melanjutkan, kunjungan kerja Jokowi tidak berhenti hari ini saja, melainkan akan melakukan tinjauan langsung proyek Jalan Trans Papua khususnya di Wamena-Nduga.
“Esok harinya baru ke Wamena ninjau jalan Tans Papua Wamena-Nduga,” tukasnya
PLBN Skouw Jayapura pembangunannya dimulai pada 18 Desember 2015, PLBN Skouw yang berlokasi di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, dengan nilai kontrak mencapai Rp 165,94 miliar, kontraktor yang mengerjakan tahap I ini adalah PT Nindya Karya (Persero).

Presiden Jokowi Resmikan Pos Perbatasan Indonesia-PNGFoto: Hendra Kusuma-detikFinance

PLBN Skouw berdiri di atas lahan dengan luas total mencapai 10,7 hektar, luas bangunan secara keseluruhan mencapai 7.619 meter persegi yang terbagi dalam beberapa zona.
Pantauan detikFinance, pembangunan pada tahap I ini meliputi bngunan utama PLBN, seperti Bangunan Pemeriksa Terpadu Keberangkatan dan Kedatangan, Klinik, Car Wash, Gudang Sita, Jembatan Timbang, Koridor Pejalan Kaki dan bangunan pendukung lainnya. Kawasan ini diharapkan dapat melayani hingga 480 pelintas per hari sampai 2025.
Desain Gedung PLBN Skouw ini mengusung budaya lokal Papua dengan mengadaptasi bentuk bangunan khas Rumah Tangfa, penggunaan ornamen lokal, serta penerapan prinsip-prinsip bangunan hijau (green building).
Pada zona inti, terdapat bangunan utama dengan luas 2.737 meter persegi yang akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas meliputi klinik, gudang sita, bangunan jembatan timbang, bangunan x-ray mobil pengangkut barang, bangunan pelayanan terpadu kedatangan mobil kargo, cek poin, bangunan utilitas, dan koridor pejalan kaki.
Sementara zona sub inti memiliki luas 1.191 meter persegi. Di dalam zona ini terdapat Wisma Indonesia, mess karyawan, dan gedung serba guna. Adapun zona pendukung memiliki luas 1.300 meter persegi. Di dalam zona tersebut ada restoran, pusat ATM, masjid, gereja, dan bangunan pos polisi.
Diketahui, pembangunan PLBN Terpadu Skouw yang merupakan mandat dari Inpres Nomor 6 Tahun 2015 tentang Percepatan Pembangunan 7 PLBN Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan. Tujuh PLBN tersebut adalah 3 PLBN di Provinsi Kalimantan Barat yakni Entikong, Badau, dan Aruk, 3 PLBN di Provinsi NTT yakni Mota’ain, Motamasin, dan Wini, serta1 PLBN di Provinsi Papua yaitu Skouw.
Pembangunan 7 PLBN Terpadu yang dimulai 2015 telah selesai Tahap I pada akhir 2016, dengan alokasi APBN Rp 943 Miliar. Empat dari tujuh PLBN telah diresmikan yakni Entikong, Mota’ain, Badau, dan Aruk. (wdl/wdl)

Previous Pihak Istana Wapres: kabar yang beredar di medsos terkait vonis Ahok dan JK Hoax
Next Radar Sukabumi meminta maaf kepada umat Islam secara resmi terkait ilustrasi yang dinilai kontroversial

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *