Presiden Kembali Difitnah, Kali Ini Dengan Analisa ‘Tidak Ngerti Bahasa Inggris’


Jakarta, BuletinInfo – Presiden Joko Widodo kembali harus berhadapan dengan berita hoax yang memfitnah dirinya.

Menurut terjemahan analisis dari pakar hubungan internasional Dewi Fortuna Anwar bahwa dalam suatu pemberitaan ditulis Jokowi sebagai representasi tertinggi dalam sidang Majelis Umum PBB ini meninggalkan pertemuan yang membahas masalah Rohingya, dimana sikap Jokowi dinilai sebagai ketidaktertarikannya terhadap isu geopolitik dan lebih fokus membangun infrastruktur dalam negeri.

Analisa tersebut ingin memojokkan Pemerintah khususnya Jokowi dengan opini bahwa sikap politik Jokowi yang cenderung membela sekutu geopolitiknya ketimbang membela umat Islam yang mengalami genosida oleh pemerintah Myanmar.

Tulisan tersebut diatas jelas merupakan berita bohong yang ingin memprovokasi masyarakat, sebab yang menghadiri Sidang PBB tersebut adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan bukan Presiden Joko Widodo. Bagaimana caranya Jokowi meninggalkan suatu ruang pertemuan tanpa menghadirinya? Tidak masuk akal.

Sudah jelas inilah kerjaan kaum bumi datar, yang tidak bisa menerjemahkan berita bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia.

Untuk diketahui bahwa sidang umum ke-72 DK PBB yang sudah berlangsung sejak tanggal 12 September lalu hingga 25 September 2017 dimana Indonesia diwakili oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan didampingi beberapa Menteri.

Staf Khusus Bidang Komunikasi Kepresidenan, Johan Budi pada Jumat (22/9/2017) menjelaskan bahwa  Presiden Jokowi berhalangan hadir di Markas PBB New York, Amerika Serikat disebabkan adanya agenda di dala negeri yang waktunya bersamaan dengan Sidang Umum PBB tersebut.

Ketidakhadiran Jokowi diyakini tidak akan berpengaruh terhadap pergaulan internasional yang dilakoni Indonesia. Jokowi-JK adalah satu kesatuan, bisa saling mewakili dalam acara penting.

“Pemerintahan ini adalah pemerintahan Jokowi-JK, satu kesatuan. Siapa pun yang bicara (apakah Pak Jokowi atau Pak JK), itu mewakili pemerintah RI, tidak ada masalah,” kata Johan.

Previous Jokowi tidak bisa hadir dalam Sidang Umum PBB, utus wakilnya JK, kenapa harus diperdebatkan, sama saja!!!
Next Hasto: Kirab Kebangsaan Samosir dapat membumikan Pancasila