Presiden Mengapresiasi Daerah Yang Telah Mendukung Pembangunan Perumahan Subsidi Untuk MBR Dengan Mempermudah Perizinan Pembangunan Perumahan


Presiden Tegaskan Agar Pemerintah Daerah Tidak Mempersulit Izin Pembangunan Perumahan

Jakarta, BuletinInfo.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar daerah dalam hal ini pemerintah daerah (pemda) untuk tidak mempersulit izin pembangunan rumah.

Pemerintah Indonesia memiliki target program satu juta rumah untuk masyarakat yang kerap mengeluhkan sulitnya mendapatkan hunian.

“Masalah ini harus dirampungkan. Ini masalah klasik dan suka membuat jengkel. Mereka (pengembang) ingin cepat dan kita dipersulit. Ini harus dihilangkan,” ujar Jokowi saat membuka pameran Indonesia Properti Expo tahun 2017 di Hall B, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (11/8).

Jokowi mengatakan sering mendapat keluhan dari para pengembang properti terkait kendala membangun perumahan. Pertama, mengenai pemberian hak Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), ketersediaan lahan yang terbatas, dan proses perizinan yang terlalu lama. Saat ini, lanjutnya, pemerintah sudah memudahkan hal-hal tersebut.

Pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 74 triliun untuk belanja pembangunan rumah subsidi.

“Ini angka yang tidak kecil, meloncat tinggi sekali. Semestinya, pergerakan propertinya kenceng, semestinya,” kata Presiden Jokowi.

Selain itu, pemerintah juga memberikan Subsidi Selisih Bunga (SSB), sehingga masyarakat tidak terbebani pembayaran bunga.

“Hati-hati rakyat harus tahu ini adalah subsidi pemerintah kepada masyarakat yang menginginkan bisa beli rumah dengan harga yang baik dan tidak terbeban bunga. Ini ada subsidi SSB, subsidinya 7 persen kurang lebih masyarakat bisa membayar kurang lebih 4-5 persen bunganya. Ini sangat kecil sekali. Saya melihat sangat membantu sekali,” jelasnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi memberikan apresiasi kepada 9 kepala daerah yang telah dengan responsif memangkas perizinan pembangunan perumahan di daerahnya, terutama untuk mendukung pengembangan proyek hunian bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Presiden mengatakan bahwa pemerintah menaruh perhatian besar terhadap program perumahan bersubsidi.

 

 

Previous Kematian saksi kunci kasus e-KTP Johannes Marliem masih menjadi tanda tanya, serahkan pada pihak berwenang
Next Lanal Tanjung Balai Karimun amankan 100 komputer jinjing dan telepon genggam berbagai merek, ponsel tablet merek Advan serta alat kosmetik dan Vave Elektronik

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *