Presiden: Sertifikat Tanah Untuk Hindari Sengketa


Jakarta, BuletinInfo.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan 10.100 sertifikat tanah Se-Tangerang Raya pada Rabu (11/10) di Lapangan Bola Jalan Raya Serpong Puspitek, Kota Tangerang Selatan

Kepada para penerima, Jokowi berpesan agar mereka menjaga betul sertifikat yang baru diterima.

“Beri plastik. Setelah diplastik, simpan baik-baik, jangan sampai basah kehujanan. Ada genting bocor, kehujanan, jadinya rusak,” ujar Jokowi.

Sebelum dilapisi plastik, Jokowi juga berpesan agar sertifikat tanah itu difotokopi. Hal itu untuk menghindari pemilik tidak bisa mengurus sertifikat jika sertifikat itu hilang.

“Kalau ada fotokopinya gampang. Hilang, fotokopinya dibawa ke Kantor BPN, jadi lagi yang baru,” ucap Jokowi.

Jokowi juga mengingatkan warga yang ingin menjaminkan sertifikatnya ke bank untuk mendapat dana segar. Namun, Jokowi berpesan, dana tersebut digunakan untuk hal yang produktif, jangan konsumtif.

“Jangan sertifikat dimasukkan ke bank, dapat Rp 300 juta, Rp 150 jutanya dibuat beli mobil. Ya sudah, tinggal tunggu waktu enam bulan saja pasti disita bank. Percaya sama saya,” ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, sebelumnya selama puluhan tahun masalah sengketa tanah terus terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Menurut Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, bidang lahan di Provinsi Banten tercatat sebanyak 3.400.000 bidang dimana sebanyak 1,8 juta bidang lahan di Provinsi Banten sudah bersertifikat. Sementara itu, pemerintah daerah Tangerang bersama BPN akan menerbitkan sertifikat tanah bagi 600 ribu bidang lahan pada 2018.

Selama masa kepemimpinannya, Presiden Jokowi terus berkomitmen untuk meningkatkan jumlah sertifikat tanah yang diterima masyarakat selama periode kepemimpinannya.

Oleh karenanya dalam setiap kunjungan kerja ke daerah, Presiden selalu berusaha menghadiri acara penyerahan sertifikat tanah kepada masyarakat.

Kebiasaan ini dimulai sejak 10 Oktober 2016 di Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan membagikan 3.023 sertifikat dan hingga saat ini merupakan kali ke 38 Presiden lakukan penyerahan langsung.

“Sampai saat ini saya sudah serahkan 38 kali. Yang lain diserahkan Pak Menteri. Total 147.813 sertifikat yang saya serahkan langsung,” kata Presiden.

Menurut Presiden, seharusnya sudah 126 juta sertifikat yang diserahkan di seluruh Indonesia. Namun, hingga akhir tahun 2016 baru 46 juta sertifikat yang berhasil dibagikan.

“Tahun ini saya perintahkan Menteri BPN diselesaikan di seluruh Tanah Air lima juta sertifikat. Tahun depan tujuh juta,  2019 sembilan juta,” ujarnya lebih lanjut.

Untuk itu, Presiden mengaku akan terus mengecek angka tersebut guna memenuhi target yang ditetapkan sekaligus menghindari terjadinya sengketa lahan di masyarakat.

“Kerja dengan saya, saya hitung. Saya bawa tulisan kalau ke mana-mana, saya hitung terus. Kalau tidak selesai, saya bilang awas Pak Menteri. Yang terjadi sengketa tanah di mana-mana,” ucap Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga berpesan agar semangat persatuan dan kesatuan sebagai saudara sebangsa dan se-Tanah Air tidak hilang hanya karena pemilihan kepala daerah (Pilkada).

“Saya titip Pilkada, Pilpres itu hanya kontestasi lima tahun sekali. Jangan korbankan karena pilihan presiden, kepala daerah, kita pecah. Tidak! Kita harus berani mengatakan itu,” kata Presiden.

Ia juga mengimbau agar tidak ada lagi pihak yang memanas-manasi proses pemilihan kepala daerah sehingga timbul keresahan di masyarakat.

 

 

Previous Jenderal Polisi Budi Gunawan menjelaskan perspektif Intelijen Negara terkait tren tantangan dan ancaman tahun politik 2018 dan 2019
Next Italia: Pancasila jadi contoh yang dapat diadopsi untuk proses integrasi Italia