Presiden Tegaskan Untuk Hindari Sengketa Rakyat Harus Pegang Sertifikat Lahan Termasuk Lahan Tambak


Jakarta, BuletinInfo –  Presiden Joko Widodo memberikan perhatian penuh terhadap persoalan ketimpangan penguasaan tanah dan akses terhadap tanah yang dimiliki masyarakat.

Khusus untuk lahan tambak-tambak milik rakyat, Presiden meminta kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) agar bisa segera disertifikatkan sebagai tanda bukti kepemilikan dan guna menghindari sengketa.

Selain itu,Presiden juga meminta tanah yang digunakan untuk tempat tinggal, tempat ibadah, dan lahan pertanian juga diberikan sertifikat untuk menghindari persoalan ketimpangan penguasaan tanah dan akses terhadap tanah yang dimiliki masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan Presiden ketika membagikan 1.422 sertifikat di Bulungan, Kalimantan Utara, melalui siaran pers istana negara, Jumat (6/10).

“Setiap saya pergi ke provinsi manapun keluhannya adalah masalah sengketa lahan, sengketa tanah. Karena apa? Rakyat tidak pegang yang namanya sertifikat. Ini sertifikat adalah tanda bukti hak hukum atas tanah,” kata Presiden.

Presiden berharap dengan diterbitkannya sertifikat tanah, maka sengketa tanah yang sering terjadi di masyarakat dapat diselesaikan dengan baik.

Dia pun memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk memanfaatkan sertifikat sebagai penambah modal usaha maupun hal-hal produktif lainnya. Namun, ketika akan diagunkan ke perbankan maka dihitung, dikalkulasi agar masyarakat bisa menyicil setiap bulan. Jika memang tidak memungkinkan untuk membayar agunan tersebut lebih baik sertifikat tanah ini tidak “disekolahkan”.

Mengingat pentingnya fungsi dan manfaat sertifikat tersebut, tak lupa Jokowi berpesan kepada masyarakat untuk menjaga dan menyimpan sertifikat yang dimiliki di tempat yang aman. “Saya titip, ini (sertifikat) disimpan baik-baik, ditaruh di plastik biar kalau rumahnya bocor tidak kehujanan sertifikatnya. Dan difotokopi (sertifikatnya) agar kalau hilang masih punya fotokopinya untuk diurus lagi ke BPN biar cepat,” ucap Presiden.

Turut hadir mendampingi Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam acara tersebut adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie.

 

Previous BI Laporkan Cadangan Devisa Indonesia September 2017 Hampir Capai US$130M
Next Presiden Ingin Bandara Trojoyo Lebih Dikembangkan Untuk Mendukung Konektivitas Antar Pulau