Rais Aam NU Sarankan Perbanyak Gerakan Deradikalisasi Dan Counter Radikalisme


Jakarta – Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai Ma’ruf Amin menyarankan agar masyarakat Indonesia memperbanyak kegiatan deradikalisasi, yaitu gerakan counter radikalisme.

Dia juga mengingatkan akan adanya radikalisme agama dan radikalisme sekuler. Dia menjelaskan bahwa radikalisme sekuler adalah sekelompok orang yang mendeligitmasi agama.

Sedangkan kelompok radikalisme agama, menurutnya, merupakan gerakan yang dapat mengganti Pancasila dengan agama.

Hal itu akan menyebabkan orang-orang yang terpengaruh paham tersebut tidak memiliki komitmen kebangsaan.

“Nah kalau radikalisme sekuler itu sekelompok orang yang kemudian juga mendelegitimasi agama sehingga agama itu tidak boleh ikut memberikan kontribusi di dalam kehidupan,” ucapnya.

Dia menyarankan masyarakat agar tidak terpengaruh dengan kedua paham tersebut dan menyarankan agar masyarakat Indonesia memperbanyak kegiatan deradikalisasi, yaitu gerakan counter radikalisme.

Kiai Ma’ruf menjelaskan agar supaya tidak terpengaruh, maka harus diisi dengan berbagai apakah itu dalam bentuk buku, diskusi, film-film pendek yang disiarkan di berbagai media sosial, dan juga deradikalisasi.

“Yaitu bagaimana mengembalikan mereka yang sudah terprovokasi kepada jalan yang benar, kepada pemahaman kebangsaan dan kenegaraan yang benar,” Kiai Ma’ruf saat ditemui di Crowne Plaza Hotel, Jakarta Selatan, Senin (27/3).

Hal yang senada juga dikatakan oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan juga mengimbau agar masyarakat Indonesia mewaspadai gerakan radikalisme.

Dia mengatakan bahwa meskipun orang-orang yang terpengaruh paham tersebut masih dibilang lebih sedikit dibandingkan dengan penganut paham moderat di Indonesia.

Akan tetapi, diharapkan agar masyarakat lebih mewaspadai keberadaan kelompok radikal tersebut. Karena kelompok tersebut dapat mengancam pancasila dan kemajemukan Indonesia.

Previous Rais Am PBNU: Perbanyak gerakan counter Radikalisme
Next Personil Gabungan di siagakan untuk menjaga ketertiban dan keamanan 313