Raja Salman: Penting Untuk Melawan Radikalisme Dan Menjaga Toleransi Umat Beragama


Jakarta – Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud pada Jumat (3/4) siang, menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh lintas agama di Hotel Raffles Kuningan.

Pada pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo itu, Raja Salman sempat menyampaikan soal toleransi beragama dan pemberantasan terorisme.

“Beliau menyampaikan bahwa kesenangannya, kegembiraannya untuk dapat berkunjung ke Indonesia. Beliau melihat bahwa Indonesia negara yang stabil, baik di bidang politik dan ekonomi,” ujar Menlu Retno Marsudi saat memberikan konferensi pers soal pertemuan Raja Salman dan para tokoh lintas agama di Kemlu, Jumat (3/3).

Sementara, Raja Salman juga menilai bahwa stabilitas ini tercipta karena adanya toleransi dan harmoni.

Kemudian dia mengatakan bahwa dialog dan komunikasi antara umat beragama akan memperkuat toleransi.

Retno menjelaskan bahwam, Raja Salman sangat menekankan pentingnya bagi semua negara untuk terus memerangi radikalisme dan ekstremisme.

“Beliau menekankan pentingnya bagi kedua negara dan seluruh negara yang ada di dunia untuk terus memerangi radikalisme dan ekstremisme,” tuturnya.

Bahkan di hadapan Presiden dan para tokoh agama, Raja Salman juga mendukung adanya dialog antar tokoh lintas agama.

Dia juga mencontohkan dukungannya atas Center of Interfaith Dialog yang berada di Wina.

“Beliau menyampaikan satu contoh yang dilakukan Saudi Arabia adalah adanya Center of Interfaith Dialog yang ada di Wina yang didukung oleh Kerajaan Arab Saudi,” ujarnya.

Dalam pertemuan digelar kurang lebih selama satu jam, dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB dan dihadiri oleh 28 tokoh lintas agama serta beberapa menteri Kabinet Kerja.

Beberapa tokoh- tokoh yang hadir antara lain adalah Din Syamsuddin, Prof. Dr. Azyumardi Azra, Prof. Dr. Kammarudin Amin, Prof. Dr. Alwi Shihab, Hanriette T. Hutabarat, Pdt. Rony Mandang. Hadir pula  Mgr. Ignatius Suharyo Harjoatmojo, Mgr. Antonius Subianto Osc, Mgr. Paskalis Bruno Syukur Ofm dan Franz Magnis Suseno.

Sedangkan, tokoh agama Buddha yang hadir adalah S. Hartati Tjakra Murdaya, Bhikku Sri Pannyavaro, Suhadi Sanjaya dan Arif Harsono.

Sementara, Retno sendiri ikut mendampingi Presiden bersama dengan sejumlah menteri lain seperti Menag Lukman Hakim Saifuddin, Seskab Pramono Anung, dan Menko PMK Puan Maharani.

Previous Para Tokoh Lintas Agama berharap Raja Salman dapat menjaga perdamaian Dunia dan bersama-sama perangi Radikalisme dan Ekstremisme
Next Siapa saja Tokoh Lintas Agama Yang Diterima Raja Salman? Tidak Ada Rizieq Shihab #RizieqOmdo