Ray Rangkuti : Budi Gunawan Sebaiknya Wakapolri Hingga Pensiun


JAKARTA – Beredarnya wacana tentang Wakapolri Komjen Budi Gunawan (BG) akan diplot menjadi Kepala Badan Intelijen Negara mendapat tanggapan dari Direktur Lingkar Madani, Ray Rangkuti. Menurut Ray Rangkuti, wacana tersebut agak susah diterima. “ Agak sulit menebak Dia (Budi Gunawan) akan menjadi Kepala BIN itu,” ucap Ray Rabu (22/6).

Menurut Rangkuti, kalau Budi  Gunawan menjadi kepala BIN, otomatis akan menggeser mantan Ketua Partai yang berjasa memenangkan Jokowi sebagai Presiden, sekaligus mantan Jenderal TNI. “Itu secara psikologis dan politik, itu dua kali tantangannya,” ujar Ray. Ia melihat, jika itu dilakukan maka akan menarik dukungan partai pendukung, yang kedua ini adalah figur Jenderal Tentara yang digantikan oleh Jenderal Polisi.

Kalau penggantian Kepala BIN dilakukan pada waktunya, misalnya Sutiyoso diganti saat habis masa jabatannya, mungkin tidak ada masalah. Jika penggantian dilakukan di tengah jalan, ini akan jadi polemik baru, “Ini kan Pak Sutiyoso bahkan belum setahun menjabat,” ujarnya.  Ray menambahkan, apakah para mantan tentara ini siap jika mereka digantikan oleh seorang Jenderal Polisi di tengah jalan, bukan saat masa jabatnnya berakhir.

Ray menyatakan juga bahwa pengalaman terdahulu, BIN kerap dipimpin oleh tentara. Baru sekali dipimpin oleh Mantan Kapolri, Jenderal Sutanto. “Tapi era Sutanto Kepala BIN, kinerjanya juga tidak terlalu bersinar,” ungkapnya. Apalagi lanjut Ray, jika melihat kompetensi Budi Gunawan, “BG ini lebih tepat disebut Polisi administrative, ketimbang Polisi lapangan. Kalau Pak Sutiyoso ada background Intelijen,” cetus Ray lagi.

Kalau BG dibandingkan dengan Pak Sutanto sekalipun menurut mantan Aktivis 98 ini, Pak Sutanto pernah jadi Kapolri, pernah jadi Kapolda dan seterusnya, sehingga unsur kepemimpinannya seringkali diuji. “Kalau Pak Budi Gunawan ini, dari segi pengalaman  enggak terlalu meyakinkan juga, kemudian harus menggusur mantan Ketua Partai pendukung Jokowi, sekaligus jenderal tentar digantikan jenderal polisi di tengah jalan, bukan pada waktunya,” tutur Ray lagi. Melihat hal-hal di atas, Ray menilai agak sulit kalau Budi Gunawan didudukkan sebagai Kepala BIN.

Ray Rangkuti melihat, pilihannya adalah, BG akan tetap Wakapolri hingga masa pensiunnya tiba setahun ke depan. Menurut Ray, Presiden Jokowi sudah memulai pola meritrokrasi (jabatan seseorang diberikan berdasarkan prestasi), “Sekaligus saja diuji coba, ke depan bagaimana junior berprestai memimpin seniornya (di Polri),” katanya. Situasi ini menurut Ray tidak bisa terhindarkan dan akan terus terjadi di waktu-waktu mendatang. (SN).

Previous Jaga Hubungan Harmonis dengan Senior, Tito Dihimbau Pertahankan BG
Next Kinerja BIN Dipimpin Sutiyoso Dinilai Baik, Pendekatan Soft Approach Berhasil