Pernah Punya Kasus, Ray Rangkuti Nilai Budi Gunawan Tak tepat di BIN


JAKARTA – Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti menegaskan, Presiden Joko Widodo memiliki hak prerogatif dalam menunjuk dan mengangkat para pembantunya. “Presiden punya kuasa penuh, jangan mau disetir kepentingan politik. Presiden harus tegas,” kata Ray Rangkuti. Karena itu, ujarnya, Jokowi  tak harus memenuhi permintaan Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Budi Gunawan (BG) Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).

Bahkan, menurut Ray, Jokowi harus berani mengambil sikap dengan menyisihkan nama Budi Gunawan sebagai calon Kepala BIN. Kasus kepemilikan rekening gendut, korupsi, dan gratifikasi, yang sempat menyeret Budi Gunawan, menurutnya, hingga kini masih menjadi perdebatan.

Sebelumnya, santer kabar yang menyatakan bahwa Jokowi menawarkan jabatan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk Budi Gunawan. Namun Budi dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri menolak tawaran tersebut, dan ngotot meminta jabatan Kapolri atau Kepala BIN.

Belakangan, Jokowi mengajukan Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kapolri kepada DPR dan menjalani fit and propertest pekan depan. Penunjukan Tito sebagai calon tunggal Kapolri ini dianggap sebagai kalangan sebagai wujud keberanian sekaligus ketegasan Jokowi dari tekanan politik yang menimpanya.(AR).

Previous Proyek Palapa Ring Barat Diluncurkan
Next Jaga Hubungan Harmonis dengan Senior, Tito Dihimbau Pertahankan BG

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *