Retno Marsudi & Sergey Lavrov: Kami sepakat untuk melawan terorisme bersama


Jakarta, BuletinInfo – Pemerintah Indonesia dan Rusia sepakat untuk memperkuat komitmen bersama untuk melawan terorisme. Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi membahas hal itu dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Rabu (9/8).

“Kami sepakat untuk melawan terorisme bersama,” ungkap Lavrov.

Dia mengakui ancaman kelompok Negara Islam (IS) belum lenyap karena anggotanya telah menyebar ke seluruh dunia termasuk daerah-daerah dekat perbatasan Rusia dan Indonesia.

Oleh sebab itu, kerja sama melawan terorisme akan terus berlanjut begitu pula dengan kerja sama multilateral dengan ASEAN.

Dengan ASEAN, Rusia mengadopsi deklarasi untuk melawan terorisme dan meningkatkan efisiensi melawan terorisme.

“Setiap krisis harus diselesaikan dengan dasar HAM internasional seperti dalam Piagam PBB. Dialog yang dilakukan juga seharusnya atas kesepakatan bersama tanpa intervensi,” lanjutnya merujuk pada upaya damai di Timur Tengah salah satunya resolusi Palestina.

Retno juga mengakui adanya pembahasan isu regional dan internasional yakni situasi di Semenanjung Korea, Laut China Selatan, dan Timur Tengah dengan Rusia namun dia enggan menjelaskan detail.

“Di bidang politik dan keamanan kita (RI-Rusia) tidak memiliki open issue, kerja sama terkait security matters sudah kita miliki dan sudah tiga kali pertemuan sejak 2015-2017 demikian juga kerja sama counterterrorism sudah ada sejak lama, terakhir pada 2016,” tutur Retno.

Pada kunjungan bersejarah Rusia yang bertepatan dengan hari jadi ASEAN ke-50 tahun, kedua negara melakukan penandatanganan Rencana Konsultasi antara Kementerian Luar Negeri RI dengan Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia 2017-2019 sebagai cerminan tingginya intensitas dialog dan konsultasi antarkeduanya.

“Keinginan meningkatkan kerja sama bilateral terefleksi saat berbicara mengenai upaya me-renew comprehensive partnership menjadi strategic partnership pada 2003 dan kita menugaskan tim kita untuk mulai menyiapkan draft,” jelas Retno. (AFP/OL-6)

Previous Pancasila untuk semua golongan tanpa pengecualian
Next Kebutuhan guru agama Islam di Jawa Timur sangat mendesak