Rizieq Kembali Dilaporkan Ke Bareskrim Akibat Ceramahnya Yang Provokatif


Jakarta – Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab kembali dilaporkan ke  Bareskrim Polri. Kali ini, dia dilaporkan oleh tim relawan Basuki-Djarot (Badja), Senin (17/4).

Rizieq dilaporkan atas dugaan tindak pidana terkait suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dan provokasi melalui media sosial Youtube saat melakukan ceramah di Masjid Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur.

Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto berjanji menindaklanjuti laporan tim relawan Badja.

“Prinsipnya semua laporan yang cukup syarat akan diterima dan ditindaklanjuti dengan proses penyelidikan. Jika diketahui atau patut diduga bahwa hal tersebut merupakan peristiwa pidana, maka akan dilakulan proses penyidikan,” kata Komjen Ari Dono Sukmanto, pada Selasa (18/4).

Jika sampai naik ke tingkat penyidikan, kata Ari, tentu ada penetapan tersangka dan berkas milik tersangka akan dilimpahan ke Kejaksaan.

“Itu tahapannya,” katanya.

Para pelapor membawa barang bukti kopi video di Youtube.

Rizieq dalam video itu, mengeluarkan pernyataan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat didukung oleh pengusaha yang dikenal dengan nama Sembilan Naga.

Selain itu, Rizieq juga mengatakan bahwa konglomerat tersebut menggelontorkan triliunan rupiah untuk memenangkan Ahok-Djarot.
Tak hanya itu, dalam video itu Rizieq juga menyebut dana-dana itu digunakan untuk membeli aparat keamanan, seperti TNI dan Polri.

Video yang berdurasi satu jam lebih itu beredar di Youtube diduga direkam di Surabaya pada 11 April 2017.

Pelapor mengatakan bahwa pernyataan Rizieq tersebut menyesatkan. Sebab, dana kampanye yang digunakan paslon Ahok-Djarot berasal dari masyarakat dan bukan dari pribadi tertentu.
Dalam laporan bernomor TBL/261/IV/2017/BARESKRIM tersebut, Rizieq dilaporkan melakukan tindak pidana SARA dan provokasi melalui media sosial Youtube, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 Ayat (1) dan Ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Ini bukan kali pertama Rizieq dilaporkan karena ceramahnya yang provokatif dan merendahkan lambang dan golongan tertentu.

Sebelumnya, Rizieq juga dilaporkan karena dalam ceramahnya menghina Pancasila yang merupakan lambang dan ideologi bangsa Indonesia.

Selama ini, ceramah Rizieq yang dikenal provokatif dapat menimbulkan perpecahan dan gesekan di masyarakat.

Karena itulah, ceramah-ceramah yang memecah-belah tersebut berbahaya bagi kesatuan NKRI.

Terlebih lagi, ceramah beliau selalu saja memprovokasi dan menyudutkan kelompok dan etnis tertentu.

Hal itu dapat berbahaya bagi persatuan dan kebhinekaan NKRI.

Karena itulah, keberadaan ceramah provokatif seperti ini, seharusnya tidak diperbolehkan karena lebih banyak menyebabkan kemudhoratan.

Previous Rupiah Turun Bukan Karena Pilkada, Gubernur DKI Terpilih Diharap Terus Bangun Infrastruktur
Next KemenPUPR berencana melakukan bedah rumah di manggarai Barat NTT