Sandiaga Dilaporkan Kembali Ke Bawaslu Terkait Kampanye Hitam


Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta, oleh Tim Advokasi Jakarta Bersih (TAJI). Sandiaga dilaporkan terkait dengan ucapannya yang menyebut Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sering bertemu dengan investor bisnis.

“Hari ini kita melaporkan Sandiaga Uno ke Bawaslu DKI dengan tuduhan melakukan kampanye hitam terhadap Basuki Tjahaja Purnama hal ini jelas melanggar peraturan UUD tentang kampanye,” kata Raden Catur Wibowo Juru Bicara Tim Advokasi Jakarta Bersih (TAJI) saat ditemui Arah.com di Bawaslu DKI Jakarta, Sunter, Jakarta Utara, Senin (20/3).

Catur mengatakan bahwa Sandiaga menyatakan bahwa Ahok sering melakukan pertemuan-pertemuan dengan para investor bisnis yang mempunyai dana puluhan triliun untuk pembangunan Jakarta.

Sandiaga, menurut Catur, telah melanggar peraturan Undang-undang Pilkada Nomor 1 Tahun 2015 Pasal 69 Huruf C bahwa dalam kampanye seseorang dilarang melakukan kampanye hitam.

“Pada 5 Maret 2017 pernyataan tersebut dinyatakan Sandiaga di rumahnya, dan pada 7 Maret 2017 pada saat kampanye di daerah Utan Kayu Jakarta Timur,” ucap Catur.

Sebelumnya, TAJI sudah melaporkan kampanye hitam yang dilakukan oleh pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur nomor urut tiga sebanyak tiga kali kepada Bawaslu DKI Jakarta.

Pada laporan pertama TAJI kepada Bawaslu terkait politik uang yang disampaikan oleh Anies Baswedan dengan menjanjikan anggaran Rp1 miliar per RW.

Laporan kedua TAJI ke Bawaslu, TAJI dengan kampanye politik yang dilakukan di tempat ibadah dan menjanjikan akan memberikan uang sebesar Rp300 juta kepada santri pinyer.

Seperti yang diketahui, bahwa Sandiaga sekarang ini juga sedang menghadapi kasus hukum, terkait penggelapan dana pembelian rumah.

Previous Belum Jadi Gubernur, Bahasan Bagi-Bagi Kue Sudah Dilakukan Anies
Next Sandiaga Mangkir Dan Minta Kasusnya Diproses Setelah 15 April