Santri Wonosobo sepakat untuk berikrar bersama-sama Cinta NKRI, Anti Radikalisme dan Anti Narkoba


Wonosobo, BuletinInfo – Sekitar 6.000 orang santri se-Kabupaten Wonosobo membaca “Ikrar Santri NKRI Anti Radikalisme dan Anti Narkoba” dalam Apel Wawasan Kebangsaan yang digelar di Pondok Pesantren Al Mubarok di Dusun Manggisan, Desa Mudal, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Minggu (6/8/2017) siang.

Kegiatan ini dirangkai dalam acara penutupan Hubbul Wathon atau Pekan Olah Raga dan Seni Santri Antar Diniyah Takmiliyah (Porsadin) Tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) adalah Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI M Sabrar Fadhilah mewakili Pangdam IV/Diponegoro.

Dalam amanatnya, Pangdam IV/Diponegoro berharap melalui momentum ini dapat dijadikan sebagai wahana transformasi dan aktualisasi untuk membangunan nilai-nilai kebangsaan di semua lapisan masyarakat.

“Dengan terwujudnya kebersamaan dan kesatupaduan antara pemda, TNI, Polri serta komponen bangsa lainnya khususnya para santri, akan menjadi kekuatan yang besar dalam rangka mencegah dan mewaspadai ajaran radikalisme dan peredaran narkoba di tengah masyarakat demi kepentingan bangsa dan negara,” kata Pangdam, seperti dikutip dari siaran pers Pendam IV Diponegoro, Minggu sore.

Pangdam menambahkan bahwa para santri harus tampil menjadi yang terdepan, menjadi contoh teladan generasi muda yang senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai dasar para pendahulu bangsa yakni kejujuran, tulus dan ikhlas, selalu berbuat terbaik, pantang menyerah, cinta tanah air.

Selanjutnya di hadapan Kasdam IV/Diponegoro dan pengasuh Ponpes Al Mubarok KH Nur Hidayatullah, sambil bergandengan tangan ribuan santri mengucapkan Ikrar Santri Indonesia sebagai berikut:

1. Berpegang teguh kepada ajaran nilai dan tradisi Islam Ahlusunnah Wal jama’ah.

2. Bertanah air satu, tanah air Indonesia. Berideologi satu, ideologi Pancasila. Berkonstutusi satu UUD 1945, memiliki semangat satu semangat bineka Indonesia.

3. Selalu bersedia siap siaga menyerahkan jiwa dan raga membela tanah air dan bangsa, mempertahankan persatuan dan kesatuan nasional serta mewujudkan perdamaina dunia.

4. Siap berperan aktif dalam pembangunan nasional, mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia yang berkeadilan.

5. Pantang menyerah, pantang putus asa serta siap berdiri di depan melawan pihak-pihak yang akan merongrong Pancasila, UUD 1945, menjaga kesatuan NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Previous Menlu RI: ISIS deklarasi dirikan negara khilafah regional, Asean harus waspada
Next Muhaimin Iskandar berharap manuver politik terkait Pilpres jangan dimainkan sekarang, masih lama