Satgas Pertamina dan Polri akan kerjasama memantau distribusi BBM dan Elpiji


Jakarta, BuletinInfo – Mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Mudik Lebaran, Pertamina menambah pasokan bahan bakar minyak (BBM), termasuk gas elpiji sebesar 5-8 persen.

Manajer Public Relation Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III, Yudy Nugraha mengatakan bahwa Pertamina menambahkan semua pasokan BBM, baik premium, pertamax dan solar serta gas elpiji.

Rata-rata pasokan harian premium untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) sebanyak 17,8 ribu kilo liter (Kl), pertamax sekitar 8 ribu Kl dan solar 6 ribu Kl. Menjelang puasa, semua pasokannya ditambah berkisar 5-8 persen.

“Menjelang Lebaran, pasokan BBM dan gas elpiji ditambah lebih banyak lagi. Hingga 10 persen, karena kebutuhan meningkat lebih besar,” tambahnya.

Untuk memantau kelancaran pasokan BBM dan gas elpiji, pihaknya sudah mengambil langkah antisipasi. Di antaranya membuka depo hingga malam hari.

Selain menambah pasokan, pihaknya mengaku menyiapkan satuan tugas (satgas). Satgas ini akan memantau langsung distribusi BBM dan gas elpiji. Sehingga bila menemukan ada kekurangan distribusi, Pertamina akan menangani lebih cepat.

Tak hanya itu, Pertamina juga  berkoordinasi dengan Polri dan instansi terkait lain untuk mengantisipasi melonjaknya permintaan saat menjelang Lebaran nanti.

Di samping menyiapkan kantong-kantong BBM di lokasi tertentu, juga harus disiapkan penanganan distribusi BBM ketika arus lalulintas macet jelang Lebaran. “Ini perlu dikoordinasikan dengan Polri dan instansi terkait lainnya,” ujarnya.

Di wilaya Jawa Tengah, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV Jawa Tengah dan DIY menyiapkan 19 sepeda motor untuk mengangkut BBM ke titik-titik kemacetan saat arus mudik Lebaran.

General Manager Pertamina MOR IV, Ibnu Chouldum menuturkan, menjelang bulan puasa dan Lebaran, konsumsi BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jateng-DIY selalu meningkat.

“Kami tidak ingin antrean panjang di SPBU yang terjadi akibat kemacetan di exit tol Brebes (Brexit) pada mudik Lebaran tahun lalu terulang kembali,” kata Ibnu.

Pengoperasian sepeda motor akan lebih menjamin pasokan BBM pada titik-titik kemacetan saat musim mudik Lebaran. Kegiatan ini akan melibatkan aparat kepolisian terutama dalam hal penyediaan jalur khusus yang bisa dilalui sepeda motor.

Jumlah sepeda motor tersebut menyesuaikan jumlah kios yang secara khusus akan dibuka oleh Pertamina saat arus mudik dan balik. Nantinya, kios-kios tersebut juga menyediakan bahan bakar dalam kemasan sehingga lebih mudah pembeliannya.

Pertamina juga akan menyediakan serambi sejumlah enam unit. Serambi melayani pembelian BBM sekaligus dilengkapi dengan tempat istirahat para pemudik.

Upaya lain yang dilakukan Pertamina adalah menyiapkan SPBU-SPBU kantong di sejumlah titik yang rawan kemacetan.

Menurut Ibnu, koordinasi terus dilakukan bersama Polda Jawa Tengah, Dinas Perhubungan (Dishub), baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota sehubungan dengan bakal digunakannya sejumlah ruas jalan tol di Jawa Tengah untuk mendukung arus mudik.

Berdasarkan informasi, beberapa ruas jalan tol di Jawa Tengah meski sebagian belum 100 persen, bakal difungsikan untuk mendukung kelancaran arus mudik.

Previous Pernyataan Presiden Joko Widodo Setelah Pertemuan Silaturahmi Kebangsaan dengan Tokoh Lintas Agama
Next Masyarakat Papua Gelar Aksi Damai Bersatu Dukung Pancasila dan NKRI