Selain Kerjasama Lawan Terorisme, Bahrain Juga Dukung Indonesia Jadi Anggota Dewan Keamanan PBB


Memorandum of Understanding (MoU) ditandatangani DPR RI dan Parlemen Bahrain. MOU tersebut ditujukan untuk saling meningkatkan kerja sama di berbagai bidang, salah satunya dalam memerangi masalah tindak pidana terorisme dan menolak intervensi asing.

“Kita sepakat untuk menolak terorisme dan intervensi asing dalam urusan dalam negeri,” ujar Ketua Parlemen Bahrain Ahmed bin Ibrahim Rashed Almulla usai bertemu Ketua DPR Setya Novanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/3).

Bahrain, menurutnya, juga mengghadapi persoalan terorisme seperti di Indonesia dan juga intervensi asing.

“Oleh karena itu, kita harus dapat mengatasinya,” sebut Ahmed.

Setya Novanto menambahkan,  Indonesia dan Bahrain, bersama masyarakat internasional lainnya, akan terus bekerjasama mengatasi terorisme.

“Masalah terorisme dan gerakan kelompok radikal yang mengatasnamakan Islam, seperti ISIS, juga harus menjadi perhatian kita bersama,” imbuhnya.

Sebagai negara muslim, kedua negara melalui forum-forum internasional, termasuk forum antarparlemen, katanya akan terus bekerja sama mempromosikan perdamaian di berbagai kawasan dunia, khususnya di Timur Tengah.

Selain masalah terorisme, parlemen Indonesia dan Bahrain juga sepakat meningkatkan kerja sama ekonomi bilateral bagi kemajuan kedua. Termasuk peningkatan kerja sama investasi di bidang energi.

Mereka menyepakati untuk bekerja sama di bidang perbankan.

“Diharapkan juga ada kerjasama di bidang asuransi dan lainnya,” tutur legislator dapil NTT itu.

Tidak hanya itu, Bahrain juga berencana akan mendukung Indonesia menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB Periode 2019-2020.

Setya Novanto menilai dukungan tersebut sangat positif bagi Indonesia dalam percaturan politik luar negeri. Apalagi dukungan Bahrain bisa membuat nama Indonesia di kancah internasional semakin diperhitungkan.

“Saya mengucapkan terima kasih atas rencana dukungan Bahrain kepada Indonesia untuk menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020,” kata Novanto di Jakarta, Jumat (31/3).

Menurutnya Bahrain merupakan negara sahabat di kawasan Teluk. Sejak dibukanya hubungan diplomatik Indonesia-Bahrain pada 1976, hubungan bilateral kedua negara terus berjalan baik.

“Saya mencatat, pada tahun 2000, saat kunjungan Presiden RI ke-4, Bapak Abdurrahman Wahid ke Bahrain, kedua negara telah mencapai kesepakatan untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang,” pungkasnya.

Previous Akal bulus Anies menungganggi aksi 313 ketahuan juga
Next Al Khaththath tidak "Gentleman", tidak berani bertanggung jawab atas perbuatannya sebagai penanggungjawab aksi 313