Selebaran Halal Umat Islam Dipimpin Non Muslim Itu Tidak Ada Hubungannya Dengan Pilkada


Jakarta, BuletinInfo – Ketua umum Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia Prof Hamka Haq menyebutkan, selebaran ‘Halal Umat Islam Dipimpin Non Muslim’ dibuat sebagai bentuk ungkapan penafsiran terhadap surat Al-Maidah:51. Ia menyatakan, dicetaknya selebaran tersebut tidak ada kaitannya dengan pilkada.

“Tidak ada kaitannya dengan pilkada. Tapi, ya bolehlah kalau dibilang berkaitan dengan politik. MUI juga awalnya tidak mengaku fatwa itu (penistaan agama,red) bermuatan politik, tapi kan ya orang sekarang begitu,” jelas Hamka, pada Sabtu (1/4).

Sebetulnya, dia mengatakan bahwa selebaran yang isinya senada dengan ini sudah ada sejak tahun 2012, lalu dimodifikasi pada tahun 2016.

“Sudah berapa kali cetak ya, sudah banyaklah, sudah disebar dan dibaca banyak orang. Kemungkinan masih akan dicetak lagi nanti kalau sudah habis,” ungkap Hamka.

Selain itu, dia mengatakan bahwa selebaran itu merupakan tafsir terhadap surat al-Maidah ayat 51 yang telah didiskusikan oleh seluruh pengurus Baitul Muslimin Indonesia. Bagi Hamka, selebaran tersebut adalah hal yang biasa, karena tafsir untuk ayat Alquran bisa bermacam-macam.

“Dan ini tafsiran kami terhadap ayat itu. Bagi kami, yang haram itu memusuhi Negara,” ujar Hamka yang menjadi saksi ahli agama dalam sidang penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama.

Hamka mengatakan bahwa kesimpulan dari penafsiran tersebut tidak mutlak haram untuk memilih pemimpin non-Muslim, dan tidak pula mutlak halal untuk memilih pemimpin non-Muslim,

“Ya begitu, bisa halal bisa haram. Tergantung kondisi,” tegas Hamka yang juga anggota DPR dari Fraksi PDIP ini menutup pembicaraan.

Dalam pamflet yang beredar tersebut menjelaskan tentang tafsir Al-Maidah ayat 51 dan pemaparan sejarah Nabi Muhammad Saw yang memerintahkan umatnya berhijrah ke Abesinia yakni sebuah kerajaan Kristen yang dipimpin oleh Raja Najasyi.

Previous Keberadaan OK OCE Mart Sandiaga, Justru Akan Mematikan Usaha Kecil
Next Sri Bintang Suka Buat Gaduh Negara Dan Berupaya Untuk Makar