Selesaikan Masalah Tapal Batas Di Papua Barat, Rapat Kerja Sejumlah Pejabat Pemerintah Daerah Dilakukan


Permasalah tapal batas wilayah kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat masih menjadi permasalahan di wilayah tersebut.

Hal itu sebabkan pemekaran wilayah di Papua Barat telah berlangsung namun belum ada ketentuan batas antarwilayah yang jelas.

Hal inilah yang membuat pemerintah menfokuskan penyelesaian masalah tersebut, salah satunya melakukan rapat kerja dengan bupati dan walikota.

Pada Rabu (22/3), dilakukan rapat kerja yang dihadiri bupati dan wali kota se-Provinsi Papua Barat, yang membahas permasalahan tersebut.

Pelaksana Tugas Gubernur Papua Barat Eko Subowo, mengakui bahwa setiap wilayah kabupaten/kota di Papua Barat belum memiliki batas yang jelas. Sehingga hal tersebut perlu dibenahi sebab, penyelenggaraan pemerintahan daerah pada hampir seluruh wilayah Indonesia telah berkembang cukup dinamis, menyusul pemberlakuan Undang Undang Nomor: 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Selama 10 tahun terakhir, Pemprov Papua Barat sendiri juga sudah berupaya untuk menuntaskan persoalan tapal batas.

Upaya tersebut saat ini sudah pada tahap penentuan titik koordinat.

“Kami mengajak seluruh kepala daerah berperan aktif untuk menuntaskan persoalan tersebut. Kabupaten induk harus rela batas wilayahnya berkurang,” kata dia pula.

Sementara,  Direktur Bina Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri ini mengutarakan terdapat tiga unsur utama dalam pemerintahan yakni pemerintah, rakyat, dan wilayah. Sebetulnya, kata dia, setiap wilayah sudah memiliki batas namun tidak disertai dengan titik koordinat yang pasti.

Dalam persoalan ini, dia menyatakan, diharap akan tuntas dan tidak terus berlanjut.

Upaya-upaya pemerintah tersebut diharapkan dapat menuntaskan permasalahan tapal batas di Papua Barat. Oleh karena itu, upaya tersebut patut diapresiasi.

Karena meskipun Papua Barat memiliki medan yang sangat berat, mereka tetap berusaha untuk menyelesaikan permasalah tapal batas tersebut, agar nantinya tidak timbul masalah administratif antar wilayah di Papua Barat.

Previous Waspada Kekerasan Anak, Mari Jaga Dan Awasi Buah Hati Kita
Next Tidak benar Radikalisme identik dengan Agama