Semen Rembang Siap Jalan tanpa Penambangan, Warga Sekitar Lokasi Mendukung Semen Rembang


Jakarta, BuletinInfo – PT. Semen indonesia Tbk di Rembang siap beroperasi tanpa melakukan kegiatan penambangan.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PT. Semen Indonesia Rizkan Chandra. Operasi itu dilakukan guna menyesuaikan hasil rekomendasi dari Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).

Salah satu rekomendasi yang diberikan kepada perseroan yaitu, diperbolehkannya beroperasi, namun tidak melakukan penambangan sendiri.

Operasional produksi diperbolehkan dengan mengambil bahan di luar area penambangan, dilakukan sampai adanya keputusan boleh tidaknya kegiatan penambangan.

Sementara itu, warga dari lima desa dengan didampingi oleh Tim Pembela Aset Negara meminta agar pembangunan dan penambangan batu kapur PT. Semen Indonesia Tbk di Rembang, Jawa Tengah dilanjutkan.

Secara Tegas warga menyampaikan bahwa tidak mendapat kerugian dari pembangunan pabrik tersebut. Lima desa tersebut berlokasi tak jauh dari area pabrik.

Ketua Tim Pembela Aset Negara, Ahcmad Michdan mengatakan mereka akan mendatangi Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pada Senin 17 April 2017 untuk menyampaikan data dan fakta yang mendukung pengoperasian pabrik.

“Kedatangan kami untuk menyampaikan bahwa apa yang terjadi selama ini tidak benar. Mereka (Komnas HAM) harus mendapatkan data yang benar,” kata Michdan ditemui di Solo, Jawa Tengah, Minggu 16 April 2017.

Michdan juga menyampaikan kekecewaan warga pada Komnas HAM. Lembaga itu mengirim surat ke Presiden RI Joko Widodo untuk menghentikan pengoperasian pabrik. Komnas HAM menggunakan data yang persis dengan kelompok yang menolak pabrik.
Anggota Tim Pembela Aset Negara, Mahendradata menambahkan warga lima desa itu tak merasa dirugikan dengan pengoperasian pabrik. Justru, mereka merasa terbantukan.

Kehadiran pabrik semen itu telah membuka banyak peluang dan kesempatan di kawasan yang dikenal tandus itu. Anak-anak bisa mendapatkan pendidikan lebih baik, kaum ibu mendapatkan pelatihan keterampilan untuk berwirausaha, dan para pemuda mendapatkan pekerjaan. Hal itu berdampak langsung pada meningkatnya kesejahteraan warga.

“Tolak ukur paling mudah ialah, angka pernikahan di bawah umur turun drastis. Salah satunya karena banyak sekolah yang disuport pabrik semen,” kata Mahendradatta.

Kehadiran PT Semen Indonesia juga membawa perbaikan infrastruktur. Tadinya warga Desa Pasucen dan Kajar sangat kesulitan untuk memperoleh air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka harus mengambil air dari sumber yang letaknya sangat jauh dengan cara dipikul atau digendong.
Sekarang, setelah dilakukan pipanisasi oleh pihak pabrik, persoalan itu terselesaikan. Oleh karena itu, Mahendradatta mengaku heran belakangan ini bermunculan aksi penolakan.

Mahendratta juga menyayangkan aksi demonstrasi menolak pengoperasian pabrik. Sebab, demonstran justru bukan berasal dari Rembang, khususnya yang bermukim di sekitar pabrik.
 

Previous Ahok - Djarot diunggulkan 4 Lembaga Survey yang memiliki Kredibilitas baik
Next Ketegangan Politik mulai memicu gesekan serius di Kalangan Pejabat Istana Jelang Pilgub DKI Jakarta