Seram Kini Telah Menjadi Bagian Dari Program BBM Satu Harga


Jakarta, BuletinInfo – Satu lagi wujud Komitmen Pemerintah untuk ciptakan pemerataan di seluruh wilayah Indonesia terealisasi. Kali ini Program BBM Satu Harga sudah bisa dirasakan masyarakat Seram Barat.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral  (ESDM) telah meresmikan lembaga penyalur ke-25 dalam Program BBM Satu Harga di Dusun Wailey, Desa Latu, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku, Senin (2/10).

Hal tersebut merupakan suatu bentuk kepedulian Presiden Joko Widodo terhadap masyarakat Maluku yang tinggal di wilayah yang tergolong dalam daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) karena lokasi geografis Pulau Seram selama ini menjadi alasan atas tingginya biaya angkut dan distribusi BBM sehingga menghambat perkembangan ekonomi di wilayah tersebut.

Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Ego Syahrial mewakili Menteri ESDM Ignasius Jonan meresmikan lembaga penyalur BBM berupa SPBU mini di Dusun Wailey.

Siaran pers Kementerian ESDM, Ego mengatakan bahwa peresmian SPBU Mini Amalatu merupakan bagian dari Program BBM Satu Harga yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo, agar harga BBM yang sama dapat dinikmati oleh rakyat di seluruh Indonesia, khususnya di kawasan timur dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar),” kata Ego dalam sambutannya.

“Semangatnya sangat jelas, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran. Alhamdulillah, pada hari ini masyarakat di Amalatu akhirnya bisa menikmati BBM dengan harga yang sama dengan saudara-saudara kita di Pulau Jawa,” lanjut Ego.

Ia menjelaskan bahwa sebelumnya warga Amalatu harus menempuh jarak 50 kilometer untuk membeli BBM dengan harga berkisar antara Rp10.000-Rp12.000 per liter.

“Kini warga Amalatu tidak perlu lagi menempuh 50 kilometer untuk membeli BBM. SPBU Mini Amalatu menyediakan BBM jenis Premium dengan harga Rp6.450 per liter dan Rp5.150 per liter untuk Biosolar,” kata Ego.

Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM bersama BPH Migas dan PT Pertamina (Persero) terus melakukan pemetaan lokasi sasaran Program BBM Satu Harga.

“Untuk wilayah Maluku, setelah Seram Bagian Barat, ada dua kabupaten lagi didirikan lembaga penyalur BBM, yaitu Buru dan Kepulauan Aru,” kata Ego.

Sesuai peta jalan BBM Satu Harga, 54 lembaga penyalur akan dibangun tahun ini. Hingga saat ini telah beroperasi 24 lembaga penyalur, dan Amalatu adalah yang ke-25.

Total kapasitas BBM di SPBU Mini Amalatu 60 kiloliter dengan rincian 20 kiloliter Premium, 20 kiloliter Pertalite, dan 20 kiloliter Biosolar, dimana BBM disalurkan secara langsung kepada konsumen pengguna dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa mengatakan lembaganya akan mengawal distribusi BBM di seluruh Indonesia dengan harga sama.

“Penyaluran BBM di wilayah 3T bukan merupakan hal mudah mengingat lokasi geografis dan ongkos angkut yang tinggi, sehingga perlu dipastikan tepat sasaran peruntukkannya,” katanya.

BPH Migas mengemban amanah untuk mengawal BBM tertentu dan khusus penugasan dapat dinikmati seluruh masyarakat di Indonesia dengan harga sama.

“Tidak boleh ada industri dan oknum menikmati BBM Satu Harga. Jangan sampai ada hal-hal mempersulit masyarakat yang membutuhkan BBM,” katanya.

Sepanjang Oktober 2017, ada empat lembaga penyalur beroperasi yakni di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalbar; Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali; Kecamatan Una-Una, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulteng; dan Kecamatan Kabaruan, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulut.

Menurut SVP Fuel Marketing & Distribution PT Pertamina (Persero) Gigih Wahyu Hari Irianto, SPBU Mini Amalatu merupakan SPBU ke-5 yang telah diresmikan dari 25 rencana tempat program BBM Satu Harga di wilayah MOR VIII.

“Pendirian SPBU ini merupakan wujud energi berkeadilan dan diharapkan membawa dampak positif bagi perekonomian, khususnya masyarakat Seram Bagian Barat,” ujarnya.

Anggota DPR Mercy Barends berharap semakin banyak berdiri SPBU, akan meminimalkan munculnya spekulan harga BBM.

“Harapan kami, dengan terbangunnya infrastruktur SPBU akan meningkatkan roda perekonomian lokal. Di sisi lain menjadi bridging for peace, agar hubungan silaturahim lebih terjaga dan membangun rasa persaudaraan masyarakat Maluku ke depan,” ujarnya.

Sebagai informasi, untuk mendukung kebijakan ini Kementerian ESDM menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 36 tahun 2016 tentang Percepatan Pemberlakuan Satu Harga Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan Secara Nasional.

Tujuan Permen ESDM Nomor 36 Tahun 2016 ini adalah percepatan pemberlakuan Harga Jual Eceran BBM yang sama untuk seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Penetapan BBM satu harga di wilayah Pulau Seram dapat mendorong terciptanya pembangunan ekonomi yang merata dan berkeadilan serta meredusir potensi permainan harga BBM oleh distributor yang sangat merugikan masyarakat Maluku.

Previous Pemerintah Rampungkan Pembangunan 106 Unit Rumah Untuk Masyarakat Jayawijaya
Next Perjuangan Moral Presiden Joko Widodo