Serikat buruh menyesal pilih Anies-Sandi karena merasa ditipu perihal UMP


Jakarta, BuletinInfo -Aktivis Serikat Pekerja Nasional (SPN) dan anggota Dewan Pengupahan dari unsur pekerja Pandakotan Hutagaol mengaku menyesal telah memilih Anies-Sandi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru.

Sebab, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno dinilai ingkar janji kepada buruh yang menetapkan upah minimum provinsi (UMP) 2018 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan yang dianggap merugikan buruh.

“Iya saya menyesal, menyesal banget,” ujarnya kepada wartawan di Gedung DPP KSPI, Jakarta Timur, Jumat (3/11).

Pandakotan bercerita, saat kampanye Pilgub lalu, ada 10 poin kontrak politik yang sepakati Anies-Sandi dengan para Buruh. Salah satu poinnya ialah tidak menggunakan PP No 78 untuk dijadikan dasar penetapan UMP DKI Jakarta.

Saat itu serikat buruh meminta agar UMP DKI Jakarta ditetapkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Penghitungan UMP menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 ini dinilai menguntungkan kesejahteraan buruh karena dihitung berdasarkan kebutuhan hidup layak (KHL), inflasi, dan pertumbuhan ekonomi.

“Jika berdasarkan rumus tersebut, UMP di DKI Jakarta sekarang bisa Rp 3,9 juta, bukan 3.6,” ujar Pandakotan.

Previous Generasi pribumi digital pemilih Jokowi terbesar dalam pemilu 2019
Next Menhub: KIR merupakan suatu kewajiban yang harus dipatuhi pengemudi taksi online