SPI berharap Pemerintah dapat segera mendistribusi 9 juta hektar tanah untuk petani


Jakarta, BuletinInfo – Serikat Petani Indonesia (SPI) berencana akan menggelar aksi nasional reforma agraria Senin (17/4) besok. Aksi ini digelar bersamaan dengan peringatan Hari Perjuangan Tani Internasional. Pada aksi kali ini SPI mereka akan menagih janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal distribusi 9 juta hektare tanah.
“Aksi berupa pengaduan ke Komnas HAM terkait permasalahan konflik agraria, pengaduan ke kementerian BUMN, Istana Negara, Mabes Polri, DPR RI, dan aksi simbolik di Bundaran HI,” jelas Ketum SPI Henry Saragih, Jakarta Selatan, Minggu (16/4).
Henry mengatakan salah satu prioritas yang dituntaskan adalah masalah konflik agraria. Selain itu, distribusi tanah juga termasuk prioritas yang mesti diselesaikan pemerintah saat ini.
“Prioritas adalah kasus konflik agraria yang jumlahnya 100-an kasus, itu banyak sekali konflik agraria. Prioritas kedua adalah dilaksanakan distribusi tanah yang dijanjikan presiden 9 juta hektare itu karena ini sudah mau selesai tahun ke-3,” ungkap Henry.
“Yang ketiga, sudah ada UU perlindungan pemberdayaan petani, tetapi kurang ada keseriusan untuk mengimplementasikan pasal per pasal dari UU tersebut,” sambung Henry.
Selain aksi, SPI juga berencana akan menggelar diskusi publik dan musyawarah tani pada tanggal 20 dan 25 April. Kemudian pada 26-27 April akan digelar Konferensi Perkebunan Rakyat Indonessia.
“Pada 20 April dilaksanakan diskusi publik dan musyawarah tani di Gedung Perpustakaan Nasional oleh Bustani yang merupakan wadah musyawarah nasional dari organisasi petani, diskusi agraria, kedaulatan pangan dan perkebunan pada 25 April. Konferensi perkebunan rakyat Indonesia pada 26 sampai 27 April. Konferensi diharapkan dapat menghasilkan platfrom bersama petani perkebunan mandiri,” tukas Henry.[akt]
Previous Anies Bagi Paket Sembako Murah di daerah Jakarta Pusat
Next Ekspor Indonesia Mencapai 14,59 Triliun Dollar, Meningkat 23,55% Dibanding Tahun Lalu