Stok Sembako Jatim Aman, Bahkan Bisa Menyuplai Ke Daerah Lain


Surabaya, BuletinInfo – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan stok untuk kebutuhan pokok selama Ramadan dan Lebaran tahun 2017 ini aman. Bahkan, provinsi ini menyuplai kebutuhan pokok bagi provinsi lain di Indonesia.

“Kami berani pastikan Jawa Timur aman untuk kebutuhan pokok selama Ramadan dan Lebaran. Masyarakat tak perlu khawatir,” kata Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, saat berkunjung ke gudang Perum Bulog Jatim di Subdivre Surabaya Utara di Buduran, Sidoarjo, Jumat (16/5)

Stok yang aman tersebut tak hanya menstabilkan harga dan stok kebutuhan di Jatim, melainkan juga untuk provinsi lain di Indonesia. Karena sejumlah komoditas seperti beras, tepung terigu, minyak goreng, gula pasir, daging sapi, bawang merah, telur ayam juga terdistribusikan ke sekitar 19 provinsi di Indonesia.

Soekarwo menyatakan untuk menstabilisasi harga kebutuhan pokok, Pemprov Jatim bersama pemerintah pusat telah membuka sejumlah gerai pangan yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jatim. Gerai stabilisasai harga terbagi atas dua jenis, meliputi gerai pangan permanen sebanyak 3.980 gerai terdiri atas Kios Pangan Operasi Pasar Jatim (KIPPAS) 78 gerai, Toko Tani Indonesia (TTI) 214 gerai, E-Warung 217 gerai, dan Rumah Pangan Kita 3.471 gerai.

Menurut dia, stok aman juga terjadi untuk komoditas pertanian lainnya seperti cabai merah besar, cabai merah keriting, cabai merah rawit, dan bawang merah. “Tugas kita kemudian mendistribusikannya ke berbagai provinsi,” katanya.

Untuk jenis bawang putih, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jatim, akan menggelontorkan sekitar 480 ton bawang putih jenis “cutting” ke pasaran dengan harga Rp 38 ribu per kilogram.

Soekarwo mengatakan bahwa memasuki puasa Ramadhan kali ini, harga semua bahan pangan pokok cenderung stabil dan tidak ada gejolak. Hanya bawang putih saja yang masih tinggi harganya, itu pun yang jenis “Cutting” yang memang disenangi masyarakat.

Harga bawang putih jenis “cutting” di pasar Surabaya saat ini masih mencapai dikisaran Rp 51 ribu. Di luar Surabaya harganya ada yang sudah melandai di level Rp 48 ribu per kilogram. Sementara yang jenis lainnya harga hanya berkisaran Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram.

Sementara posisi stok pangan lain  semuanya aman. Untuk stok besar mencapai  1 juta ton lebih. Stok lama  masih bisa mencukupi 4 bulan. Stok gula sangat cukup, harga stabil. Kedelai akan terus didrop, cabe besar aman untuk 3 bulan, cabe kriting aman untuk 2 bulan, stok cabe rawit mencapai 6 bulan, bawang merah 3 bulan, telur berkelebihan bahkan sampai  4 bulan.

Kepala Dinas Perdagangan dan  Perindustrian (Disperindag) Jatim, Ardi Prasetiawan menuturkan bahwa penggelontoran dilakukan karena harga cukup tinggi. Padahal menurut perpres 71/2015, bawang putih diluar bahan kebutuhan pokok.  Tetapi karena biasanya digunakan sebagai ”essence” atau penyedap makanan, maka dibutuhkan masyarakat.

Pemrov Jatim sudah melakukan koordiansi dengan para importer dan mereka sudah menyatakan komitmennya memenuhi seluruh kebutuhan. Impor dari China yang baru masuk sebanyak 16 kontainer volume 29 ton hingga 30 ton per container atau sekitar 480 ton sudah masuk melalui Tanjung Perak. Ini tidak hanya untuk pasar Jatim karena Jatim juga menjadi stabilisator untuk daerah lain. Misalkan Kalimantan Barat, Pemerintah Pusat telah menugaskan untuk mengirimkan bawang putih kesana  sekitar 10 ton.

“Kementerian perdagangan lihat stok yang kurang dimana, nanti kita gelontorkan karena permintaan Pemerntah Pusat kita melakukan kordinasi antar provinsi. Kalau kosong nanti kita kirim tetapi tidak sampai mengosongkan di daerah kita,” tegas Ardi.

Sementara untuk stok gula, sesuai data yang dilansir pabrik gula (PG) saat ini Jatim memiliki stok sekitar 200.773,5 ton. Dengan konsumsi masyarakat Jatim berkisar 50.000 ton per bulan maka sangat dimungkinkan terjadi surplus sekitar 150.773,5 ton. Sedangkan di gudang Perum Bulog sendiri di Buduran, Sidoarjo saat ini stok gula mencapai sebesar 174.500 ton.

Sementara itu, Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin menegaskan, meskipun stok kebutuhan pokok relatif aman, pihaknya akan terus melakukan pengamanan pada sejumlah lokasi pendistribusian bahan-bahan kebutuhan pokok. Dia juga mengingatkan semua pelaku usaha yang terkait dengan suplai kebutuhan pokok agar tidak melakukan tindakan yang bisa mengganggu kelancaran pendistribusian serta mengganggu stabilitas harga dan stok barang misalnya dengan melakukan penimbunan.

“Kita sudah siapkan tim khusus pangan yang akan terus memantau masalah stabilitas pangan ini. Kalau nanti terbukti kita temukan ada pelanggaran kita akan tindak tegas. Jangan sampai pula stok yang tersedia dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kegiatan penimbunan,” ujarnya.

Previous Kemendag Melakukan Operasi Pasar, Pantau dan Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok
Next KPK telisik kasus - kasus korupsi tanpa terkecuali keterlibatan auditor bpk