Susi Pudjiastuti Kembali Tangkap 17 Kapal Asing Ilegal


Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kembali lagi menunjukkan kemampuannya dalam menangkap kapal asing ilegal. Kali ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Kapal Pengawas (KP) kembali menangkap 17 kapal perikanan asing (KIA) ilegal yang beroperasi di kawasan perairan Indonesia.

“Setelah menangkap empat KIA ilegal berbendera Vietnam pada tanggal 7 Maret 2017, kali ini 17 KIA ilegal berhasil ditangkap karena melakukan penangkapan ikan secara ilegal,” kata Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Eko Djalmo Asmadi di Jakarta, Selasa (21/3).

Eko menjelaskan bahwa ke-17 kapal tersebut ditangkap di perairan Natuna, Kepulauan Riau dan perairan Sulawesi Utara oleh empat armada kapal pengawas yang berbeda, yaitu KP Hiu 12, KP Orca 01, KP Hiu Macan Tutul 02, dan KP Hiu Macan 03.

Penangkapan pertama dilakukan oleh KP Hiu 12 pada tanggal 12 Maret 2017 di perairan Natuna, Kepulauan Riau atas lima KIA berbendera Vietnam, yaitu KM BV 3240 ukuran 119,7 GT, KM KG 90487 TS ukuran 102,47 GT, KM KG 90486 TS ukuran 63,99 GT, KM BV 93199 TS ukuran 60 GT dan KM BV 93198 TS ukuran 45 GT.

Penangkapan itu dilakukan karena kelima kapal tersebut melakukan penangkapan ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah dari pihak yang berwenang, serta menggunakan alat tangkap terlarang, pair trawl. Berhasil pula diamankan 44 orang berkewarganegaraan Vietnam yang merupakan Anak Buah Kapal (ABK).

Kemudian pada tanggal 13 Maret 2017, KP Orca 01 menangkap dua KIA Vietnam di perairan Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI) sekitar Natuna Kepulauan Riau. Kedua kapal yang ditangkap yaitu KM BV 4393 TS ukuran 70 GT dan KM 93157 TS ukuran 131 GT.

Kapal yang diawaki oleh 13 ABK berkewarganegaraan Vietnam juga ditangkap karena melakukan penangkapan ikan di WPP-NRI tanpa izin serta menggunakan alat tangkap terlarang pair trawl.

Pada hari berikutnya, yaknj 14 Maret 2017, KP. Hiu Macan Tutul 02 juga berhasil menangkap enam KIA berbendera Vietnam, yaitu KM ABADI 01 berukuran 107 GT, KM ABADI 02 berukuran 62 GT, KM ABADI 03 berukuran 83 GT, KM ABADI 04 berukuran 120 GT, KM ABADI 05 berukuran 109 GT, dan KM ABADI 06 berukuran 55 GT.

Penangkapan keenam kapal tersebut disebabkan tidak dilengkapi dokumen yang sah dari Pemerintah Indonesia, serta menggunakan alat tangkap terlarang pair trawl. Selain itu, kapal-kapal tersebut juga mencoba mengelabuhi petugas dengan memberikan nama kapal dengan nama Indonesia (KM. ABADI) untuk menghindari pemeriksaan. Penangkapan kapal ini berhasil mengamankan 57 orang berkewarganegaaran Vietnam.

“Sebelas kapal berbendera Vietnam hasil tangkapan KP Hiu 12 dan KP Hiu Macan Tutul 02 dikawal dan telah tiba di Pangkalan PSDKP Batam pada tanggal 19 Maret 2017. Sedangkan dua kapal Vietnam hasil tangkapan KP Orca 01 di kawal ke Satuan Pengawasan Anambas. Selanjutnya kapal-kapal tersebut akan diproses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan,” jelas Eko.

Pada wilayah perairan yang berbeda, KP Hiu Macan 03 juga berhasil menangkap empat kapal perikanan asing (KIA) ilegal asal Filipina di perairan laut Sulawesi pada tanggal 17 Maret 2017. Penangkapan ini dilakukan karena mereka melakukan penangkapan ikan secara ilegal di WPP-NRI. Berhasil diamankan sebanyak 17 ABK berkewarganegaraan Filipina.

Kapal-kapal yang ditangkap tersebut akan dijerat dengan sangkaan tindak pidana perikanan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp 20 miliar.

Previous Susi: Semua kapal asing ilegal yang beroperasi di perairan Indonesia akan ditangkap
Next Ayo Selesaikan Polemik Angkutan Online Dengan Damai