Tak Mau Kalah Dengan Silicon Valley, Jokowi Bentuk Kawasan Sains dan Teknologi


Jakarta, BuletinInfo – Pemerintah berencana, akan menyediakan layanan bagi industri dalam suatu kawasan yang disiapkan secara khusus, dan wahana yang akan memfasilitasi aliran invensi menjadi inovasi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Hal tersebut dengan pertimbangan dalam rangka memfasilitasi tumbuh dan berkembangnya industri, khususnya industri kecil menengah berbasis inovasi.

Atas dasar pertimbangan tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 106 Tahun 2017 tentang Kawasan Sains dan Teknologi (KST) pada 22 November 2017.

“Kawasan Sains dan Teknologi (Science and Technology Park) yang selanjutnya disingkat KST adalah wahana yang dikelola secara profesional untuk mengembangkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan melalui pengembangan, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan penumbuhan perusahaan pemula berbasis teknologi. Hal itu telah tercantum di Perpres bunyi Pasal 1,” ujar Presiden Jokowi , Senin (4/12).

Sasaran pembangunan dan pengembangan KST, menurut Perpres ini, adalah: a. terwujudnya sinergi fungsi dan peran akademisi, bisnis, dan pemerintah; b. tersedianya lingkungan yang kondusif bagi berlangsungnya kegiatan penelitian, pengembangan, dan bisnis teknologi yang berkelanjutan; c. tumbuh dan terbinanya Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi; d. terwujudnya perusahaan baru yang merupakan hasil Spin Off, dan e. tersedianya layanan teknologi untuk mendukung daya saing industri.

Menurut Perpres ini, dalam menjalankan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, KST menyediakan layanan: a. teknis; b. pengembangan teknologi; c. Inkubasi bisnis teknologi; dan d. layanan pendukung.

“KST dapat berupa: a. zona terintegrasi; atau b. zona terkoneksi, bunyi Pasal 8 Perpres ini. Zona terintegrasi sebagaimana dimaksud merupakan area yang menyatu dalam menyediakan sarana dan prasarana untuk pengembangan dan penumbuhan ekonomi melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ungkap Presiden Jokowi.

Sementara Zona terkoneksi sebagaimana dimaksud merupakan kawasan yang berada di beberapa lokasi yang terpisah namun saling terhubung dalam menyediakan sarana dan prasarana untuk pengembangan dan penumbuhan ekonomi melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Previous Pengamat Militer dan Intelijen Susaningtyas Kertopati: DPR Harus Segera Jawab Surat Presiden Soal Calon Panglima TNI
Next Tidak sepatutnya Milad GAM ke-41 mengibarkan bendera GAM, Aceh bagian dari kedaulatan Indonesia