Tarif Bawah Buat Persaingan Transportasi Umum Semakin Sehat


Jakarta – Pemerintah melalui Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan terkait masalah tarif untuk taksi daring atau online bertujuan untuk menciptakan keadilan.

Dia menjelaskan bahwa pemerintah tidak menginginkan dengan adanya taksi online yang menentukan tarifnya sendiri justru menyebabkan iklim tidak sehat kepada taksi konvesnional. Karena itu, pemerintah merevisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016.

“Kedua, taksi online spiritnya begini, pemerintah ingin berbuat berkeadilan. Jadi kita bikin peraturan satu hidup, satu mati,” kata Luhut saat coffee morning, di Gedung BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat 24 Maret 2017.

Dalam revisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaran Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Tidak dalam Trayek mulai berlaku 1 April 2017 ditetapkan adanya batas atas dan batas bawah tarif untuk tarif taksi online tersebut.

Pembuatan tarif tersebut ditujukan agar model transportasi online tidak akan terlalu mendominasi. Agar dapat memberikan peluang bagi taksi konvensional untuk berkembang.

“Ada tarif bawah dan tarif atas ini membuat orang tidak bisa perang tarif,” ujar dia.

Revisi Permen, menurut Luhut, adalah cara pemerintah untuk mencari jalan tengah dan membuat seluruh pihak yang berkepentingan mendapatkan keadilan, termasuk untuk konsumen.

“Jadi cari equilibrium. Jadi semua merasakan untungnya. Pemerintah tuh pada posisi mengedepankan supaya semua bisa happy. Berkeadilan,” pungkas dia.

Tarif bawah akan membuat persaingan antara angkutan umum berbasis online dan konvensional akan semakin sehat dan adilm Sehingga tidak ada satu pihak yang merasa dirugikan karena tarif pesaingnya terlalu murah. Nantinya penumpang sendiri yang akan menentukan angkutan mana yang akan mereka gunakan.

Diharapkan dengan melakukan revisi Permen tersebut polemik angkutan umum berbasis online dapat terselesaikan.

Previous MUI: Agama Islam tidak pernah ajarkan Shalat menghadap ke timur
Next Pelarangan Gereja Santa Clara Merupakan Tindakan Intoleran Dan Bentuk Pengekangan Kebebasan Agama